salamsuper[dot]com » Tung Desem Waringin http://salamsuper.com The Power Of Inspiration Tue, 23 Aug 2011 07:30:21 +0000 http://wordpress.org/?v=2.9.2 en hourly 1 http://salamsuper.com http://salamsuper.com/wp-content/cbnet-favicon/favSal1.bmpsalamsuper[dot]com Tidak Nyaman, Berarti Anda Sedang Tumbuhhttp://salamsuper.com/tidak-nyaman-berarti-anda-sedang-tumbuh/ http://salamsuper.com/tidak-nyaman-berarti-anda-sedang-tumbuh/#comments Fri, 29 May 2009 00:55:22 +0000 admin http://salamsuper.com/?p=806 Tidak Nyaman, Berarti Anda Sedang Tumbuh is a post from: salamsuper[dot]com

]]>
Ada penelitian di sebuah falkutas: Ketika ada ulat yang menjadi kepompong, pada waktu dia mulai keluar dari kepompongnya sebagai kupu-kupu, proses keluarnya dipermudah. dibukain kepompongnya dan akibatnya apa yang terjadi? Kupu-kupu tadi jatuh dan dia mati, dan dia tidak bisa terbang.

Ternyata sudah didesign oleh alam semesta, pada waktu dia mau keluar dari kepompongnya, dia merasa tidak nyaman. Dia bersusah payah ketika dia begerak dan mendorong seperti ketidaknyamanan tadi, ternyata itu membuat aliran-aliran istilahnya zat-zat yang penting di dalam sayapnya sehingga sayap dari kupu-kupu tadi siap dan kuat untuk digerakkan sehingga kupu-kupunya bisa terbang. Dan ternyata kalau dipermudah hasilnya ternyata malah membuat kupu-kupu tadi mati.

Setiap penghancuran, itu adalah proses dari satu penciptaan. Ketidaknyamanan itu adalah awal dari kita tumbuh menjadi lebih baik. Ketika orang mau tumbuh, ototnya menjadi lebih besar, ketika dia latihan angkat Barbel dari 1 (satu) sampai 10 (sepuluh), itu sudah paling berat.

Dalam proses ini ototnya pada hitungan keberapa akan tumbuh? Bukan, bukan kesepuluh, tapi keduabelas, ketigabelas atau bahkan keenambelas baru dia tumbuh. Ketika ia keluar dari zona nyaman dan menuju kesebelas, duabelas dengan sekuat tenaga, yang terjadi adalah ototnya bertambah besar.

Nah ketika kita mengalami satu tantangan di dalam hidup ini selalu pegang prinsip ini: Ketika saya merasa tidak nyaman berarti saya akan lebih baik karena hal ini.

Benar, Tidak Nyaman Berarti Tumbuh !

Sumber : Tung Desem Waringin

Tidak Nyaman, Berarti Anda Sedang Tumbuh is a post from: salamsuper[dot]com

]]>
http://salamsuper.com/tidak-nyaman-berarti-anda-sedang-tumbuh/feed/ 7
TDW: Berbagi, Artinya Memiliki Lebihhttp://salamsuper.com/tdw-berbagi-artinya-memiliki-lebih/ http://salamsuper.com/tdw-berbagi-artinya-memiliki-lebih/#comments Thu, 21 May 2009 01:37:08 +0000 admin http://salamsuper.com/?p=751 TDW: Berbagi, Artinya Memiliki Lebih is a post from: salamsuper[dot]com

]]>
Banyak orang-orang mempunyai prinsip: “ketika saya kaya saya akan berbagi”.
Tapi Milyarder yang mencerahkan mempunyai prinsip yang terbalik yaitu “ketika dia mulai memberi, maka dia akan jadi lebih”. Ini yang menarik, kelihatannya bertolak belakang.

Ketika kita mulai membagikan harta kita, ternyata kita merasa bagus dan kita merasa baik, akibatnya otak kita menjadi magnet, kita merasa berlimpah dan otak kita menjadi magnet, dan akhirnya kita berlimpah sungguhan.

Pernahkah Anda memberikan kepada pengemis, entah Rp. 10.000 atau bahkan Rp.100.000. Tes, dan lakukan. Ada yang menyenangkan ketika kita beri. Betul Rp. 10.000 atau Rp.100.000 tidak akan membuat kita menjadi miskin. Tapi kita membuat diri kita merasa jauh lebih kaya dan bahagia, sehingga kita bisa memberikan dengan tulus kepada orang lain. Dan ketika kita feel good, kita merasa lebih baik, kita merasa lebih. Alam semesta akan mendukung kita benar-
benar menjadi lebih.

Tangan Di Atas jauh lebih baik daripada Tangan Di Bawah.

Sumber : Tung Desem Waringin

TDW: Berbagi, Artinya Memiliki Lebih is a post from: salamsuper[dot]com

]]>
http://salamsuper.com/tdw-berbagi-artinya-memiliki-lebih/feed/ 1
Pertanyaan yang Benar, Menghasilkan Jawaban yang Benarhttp://salamsuper.com/pertanyaan-yang-benar-menghasilkan-jawaban-yang-benar/ http://salamsuper.com/pertanyaan-yang-benar-menghasilkan-jawaban-yang-benar/#comments Sat, 02 May 2009 07:24:13 +0000 admin http://salamsuper.com/?p=695 Pertanyaan yang Benar, Menghasilkan Jawaban yang Benar is a post from: salamsuper[dot]com

]]>
Kenapa orang takut dan mempunyai imajinasi yang salah? Sering kali karena mereka bertanya dengan cara yang salah, akibatnya imajinasi yang salah keluar.

Contohnya: Ketika orang memulai bisnis, dia tahu bahwa dia suka sekali bisnis ini. Dia tahu sekali bahwa dia bisa belajar dan bahkan dia sudah belajar dari yang terbaik di bisnis ini. Tapi ketika dia mau melangkah…. Dia takut-takut.

Kenapa kok dia takut? Kenapa kok dia membayangkan imajinasi yang salah, yang menakutkan? Karena dia sering kali di dalam otaknya bertanya sesuatu hal yang salah.

Contohnya: Dia bertanya “kalo nanti gagal bagaimana yah? Kalo nanti ditipu bagaimana yah? Kalo nanti pengelolanya curang bagaimana yah?” Dengan pertanyaan-pertanyaan seperti ini, langsung keluar imajinasinya. “Kalo gagal gimana yah? Kalo rugi bagaimana yah?” Akibatnya dia takut.

Nah supaya imajinasi kita benar, bertanyalah dengan benar. Pertanyaan yang benar menghasilkan jawaban yang benar. Kita tanya kepada diri kita “kalo saya tidak mulai hari ini, rugi nya apa? Kalo saya mulai hari ini, untungnya apa?” Supaya kemungkinannya berhasil lebih tinggi apa yang harus saya siapkan? Supaya kemungkinannya berhasil lebih tinggi siapa yang
harus saya ajak kerjasama? Supaya kemungkinannya berhasil lebih tinggi, apa yang harus saya pelajari terlebih dahulu?

Dengan pertanyaan-pertanyaan ini, jadi kita jauh lebih siap dan kita tetap berani melangkah. Ketakutan itu selalu akan ada, kekhawatiran itu selalu akan ada, keraguan akan selalu ada, kamalasan akan selalu ada.

Tapi orang yang sukses, walaupun dia ragu-ragu, walaupun dia malas, walaupun dia khawatir, walaupun dia takut, Dia tetap take action. Dia tidak membiarkan ketakutannya menghentikan dia. Dengan Ketakutan ini membuat kita jadi lebih waspada. Dengan cara bertanya seperti tadi akan mengakibatkan kita jauh lebih siap, dan akhirnya kita jauh lebih sukses, bukannya menghentikan.

Contoh berikutnya “Tentang bagaimana pertanyaan akan membimbing kita, akan membawa hasil yang besar” Ketika saya mempunyai penghasilan sekian, Misalnya sebut kata A rupiah. Saya selalu tanya: “kalo saya bisa mencapai A dalam waktu 1 tahun, kenapa tidak dalam 1 bulan? Bagaimana caranya bisa mencapai A ini dalam waktu 1 bulan? Ketika A dalam 1 bulan saya challenge, saya tantang diri saya sendiri. Bagaimana A ini saya bisa dapatkan dalam waktu 1 hari? Caranya? ”

Nah ketika otak kita dipaksa berpikir seperti itu, hasilnya akan sangat mengagumkan, keluarlah begitu banyaknya kreatifitas sehingga saya bisa mencapai apa yang saya hasilkan dalam waktu 1 tahun, sekarang bisa dihasilkan dalam waktu 1 hari.

Saya tanya “Saya harus belajar apa? Siapa yang sudah bisa? Siapa yang punya penghasilan seperti ini? Kemudian siapa yang bisa membantu saya?” Dengan pertanyaan-pertanyaan seperti ini, mendadak saya menemukan partner-partner yang tepat, saya menemukan cara-cara yang tepat, saya menemukan ilmu-ilmu yang tepat.

Jadi, Selalu Challenge (Tantang) diri Anda, TANYA untuk jadi lebih baik.

Sumber: Tung Desem Waringin

Pertanyaan yang Benar, Menghasilkan Jawaban yang Benar is a post from: salamsuper[dot]com

]]>
http://salamsuper.com/pertanyaan-yang-benar-menghasilkan-jawaban-yang-benar/feed/ 0
TDW: Imajinasi Lebih Unggul dari Kemauanhttp://salamsuper.com/tdw-imajinasi-lebih-unggul-dari-kemauan/ http://salamsuper.com/tdw-imajinasi-lebih-unggul-dari-kemauan/#comments Sat, 28 Mar 2009 03:02:55 +0000 admin http://salamsuper.com/?p=558 TDW: Imajinasi Lebih Unggul dari Kemauan is a post from: salamsuper[dot]com

]]>
Dikatakan oleh seorang dokter Perancis yang bernama EMILE QUE: “Ketika kemauan bertentangan dengan imajinasi, pasti imajinasi yang lebih unggul”

Dalam bukunya One Minute Millionaire oleh Mark Victor Hansen, ia menjelaskan dengan sangat baik. Diberi contoh: Ketika Anda memberitahu anak Anda : “Sayang, tidak usah takut, tidak ada monster di kolong tempat tidurmu, tidur yang nyenyak ya sayang ya?”. Tetapi ketika lampunya dipadamkan, imajinasi si anak menggila dan akhirnya anak Anda ketakutan.

Nah kalau Anda ingin menenangkan anak Anda, akan lebih sukses kalau Anda menggunakan imajinasi ketimbang logika. Anda bisa ngomong begini: “Jangan khawatir sayang, monster- monster di rumah kita bukan tipe monster yang melukai anak-anak. Ayah ibu hanya membiarkan masuk monster-monster yang melindungi anak-anak. Tenang saja, yang di bawah ini adalah yang sangat baik yang akan melindungi kamu”.

Tung Desem Waringin menjelaskan lebih detail dalam bukunya “24 Ilmu Milyarder”, Kasus yang sama dengan cerita anak kecil tadi, akan terjadi pada diri kita yang sudah dewasa dengan skala yang sedikit berbeda. Monster yang kita bayangkan itupun tidak kalah menyeramkan dibanding monster pada waktu kita kecil.

Pernahkah Anda berpikir begini: “saya tahu kalau saya kenalan dengan orang ini, hidup saya bisa jadi lebih sukses”. Tapi kemudian Anda menahan diri, Anda takut ditolak. Tentu kita semua pernah melakukan.

Ini yang terjadi: kita benci sekali tampak seperti orang bodoh, kita benci sekali ditolak. Tapi kesakitan ditolak ini hanya imajinasi saja. Nah kalau imajinasi kita adalah ditolak seperti itu, ubahlah imajinasi itu.

Kita bisa bayangkan bahwa ternyata kalau kita diterima, ternyata rasanya nikmat sekali. Dan kalo kita bayangkan ditolak, kita bayangkan “Ah cuma biasa saja”, atau “Kalau ditolak saya senyum saja dan dia juga tersenyum” atau bayangkan “kalau ditolakpun, dia akan menolaknya juga sangat lembut”.

Setelah itu kita bayangkan juga kalau dia menerima: “Waw, kita akan sangat-sangat sukses, dan sangat-sangat luar biasa sukses jauh dari hari ini”, maka kita akan berani minta bantuan, kita akan berani mengajukan kerjasama dengan orang-orang terbaik didunia, dan kita berani belajar dari orang-orang yang terbaik didunia.

Jadi kesimpulannya adalah bahwa imajinasi lebih unggul dari kemauan, maka mari kita bayangkan skenario yang terbaik, film-film yang terbaik, proyeksikan hasil-hasil yang sebaik mungkin. Dengan imajinasi seperti itu, kita menjadi lebih bersemangat.

Bagaimana dengan anda, Sudahkah anda membangun imaginasi dengan lebih baik?

,

TDW: Imajinasi Lebih Unggul dari Kemauan is a post from: salamsuper[dot]com

]]>
http://salamsuper.com/tdw-imajinasi-lebih-unggul-dari-kemauan/feed/ 2
TDW:Anda adalah Kekayaan Anda!http://salamsuper.com/anda-adalah-kekayaan-anda/ http://salamsuper.com/anda-adalah-kekayaan-anda/#comments Thu, 26 Mar 2009 12:59:02 +0000 admin http://salamsuper.com/?p=552 TDW:Anda adalah Kekayaan Anda! is a post from: salamsuper[dot]com

]]>
Banyak diantara kita belum merasa memiliki apa2, bahkan merasa sangat miskin hanya karena belum punya rumah mewah, mobil mewah, dan perlengkapan lainnya yang menjadi standar orang dianggap kaya pada umumnya. Padahal tahukah anda bahwa anda memiliki kekayaan yang tidak ternilai, yaitu diri anda sendiri.

Kalo tidak percaya mari kita hitung, coba tes ambil kertas sekarang. Tolong tulis dan semua harus melakukan: Tolong dihargai mata sebelah kanan Anda. Anda tidak boleh menulis bahwa itu priceless, Anda tidak boleh menulis bahwa itu tidak boleh dijual. Ayo please tolong dikasih harga mata sebelah kanan, kira-kira berapa? Sebutkan yang terlintas, Anda harus kasih harga.

Oke sekarang tambah lagi, tangan kanan Anda berapa harganya? Oke sekarang tambah lagi, kaki kanan Anda harganya berapa? Ginjal kanan Anda? Jantung Anda? Berapa harganya?

Mungkin Triliuner, Puluhan Milyar, Puluhan Triliun! Betul sebetulnya memang priceless, tidak ternilai harganya. Begitu luar biasa harganya mungkin Triliuner segala macam dan itupun kita sangat ragu-ragu, misalnya ketika ada orang yang mau membeli kepala kita.

Sekarang kita adalah kekayaan kita. Tapi Lebih dalam dari hanya kondisi fisik kita, adalah pikiran kita. Nah seperti yang saya sebutkan sebelumnya bahwa “uang adalah ide” dan ide datangnya dari pikiran, kreatifitas kita sangat luar biasa, kesehatan kita dan kemudian energi kita, pikiran positif kita, tindakan positif kita, senyum manis kita, cara bergaul kita, itu sebetulnya adalah aset dan kekayaan kita.

Sedangkan kewajiban kita yang menarik semua kekayaan kita termasuk kemarahan, kebencian, kedengkian, kecemburuan, kata-kata yang negatif itu pikiran negatif sangat-sangat mengurangi kekayaan kita.

Jadi mulai hari ini saran saya: kembangkan aset yang ada dalam diri kita sendiri yaitu berpikiran kita yang positif, berpikiran kita yang sangat-sangatlah kreatif, mental kita yang sangat- sangatlah bagus, kondisi kesehatan kita, teman-teman kita, bergaul kita, sikap-sikap kita yang baik dan selalu bersyukur dengan apa yang diberikan Tuhan kepada kita.

Yang akhirnya benar-benar membuat kita menjadi kaya, dalam dunia materi, serta spiritual, mental dan kesehatan.

*/Artikel ini disadur dari   “24 Ilmu Milyader” Karya “Tung Desem Waringin”

TDW:Anda adalah Kekayaan Anda! is a post from: salamsuper[dot]com

]]>
http://salamsuper.com/anda-adalah-kekayaan-anda/feed/ 0
TDW: Pilih yang Menghasilkan, Lalu yang Anda Sukai, dan Akhirnya Pilih yang Mudahhttp://salamsuper.com/pilih-yang-menghasilkan-lalu-yang-anda-sukai-dan-akhirnya-pilih-yang-mudah/ http://salamsuper.com/pilih-yang-menghasilkan-lalu-yang-anda-sukai-dan-akhirnya-pilih-yang-mudah/#comments Fri, 13 Mar 2009 13:52:21 +0000 admin http://salamsuper.com/?p=523 TDW: Pilih yang Menghasilkan, Lalu yang Anda Sukai, dan Akhirnya Pilih yang Mudah is a post from: salamsuper[dot]com

]]>
Dalam memilih pekerjaan ataupun bisnis sering kali orang terbalik, sering kali orang memilih yang paling mudah terlebih dahulu. Walaupun dia tidak suka atau tidak menghasilkan seperti yang dia inginkan, dia tetap saja memilih yang paling mudah.

Contohnya: Ketika orang lulus kuliah atau lulus sekolah, pertama kali pekerjaan apapun yang diterima, sering kali dia tekuni sampai dia mati, ataupun dipecat ataupun ceritanya pensiun dia tidak berubah pekerjaan. Kenapa? Karena dia mencari yang mudah.

Dalam hidup ini kalo Anda cari yang mudah, Anda dapat yang mudah tapi belum tentu menghasilkan, tapi kalo Anda ceritanya cari yang menghasilkan dan yang Anda suka, mendadak hidup Anda akhirnya jadi mudah.

Jadi No. 1 di dalam hidup ini dan dalam memilih bisnis kita harus pilih goal-goal kita yang seperti apa? Goal keuangan, goal kesehatan, goal waktu kita, goal relationship kita, goal intelektual kita, goal mental kita, goal apapun, dan kemudian kita sadari goal-goal tadi kira-kira butuh uang berapa? Butuh biaya berapa?

Dan kemudian sadari goal-goal kita tadi butuh biaya berapa dan kapan. Dan dari biaya berapa, kita hitung kita butuh uang itu umur sekian umur sekian. Dari situ baru kita cari: Bisnis-bisnis apa atau Pekerjaan apa yang bisa menghasilkan ke arah sana dalam waktu yang seperti saya inginkan.

Bisnis tadi bisa jadi banyak sekali, setelah ditulis, baru kita pilih: Mana yang kita suka. Kita harus memilih yang kita suka, karena kalau kita tidak suka, tidak bisa jalan. Coba bayangkan: “Apakah Michael Jordan bisa sukses seperti hari ini, tapi ternyata sebetulnya dia tidak suka basket?” Tidak mungkin.

“Apakah Madonna tidak suka nyanyi, tidak suka nari?”. Tidak mungkin. Nah kita cari yang kita suka. Anda tanya: “Boleh tidak: yang menghasilkan tapi kita tidak suka?”. Jawabnya: “Boleh” dengan syarat: secepat mungkin kita delegasikan.

Saran saya: cari yang Anda suka, tapi menghasilkan, menghasilkan suka. Kemudian dari yang menghasilkan dan Anda suka, baru pilih mana yang mudah dicapai.

Sumber: 24 ILMU MILYARDER—TUNG DESEM WARINGIN

TDW: Pilih yang Menghasilkan, Lalu yang Anda Sukai, dan Akhirnya Pilih yang Mudah is a post from: salamsuper[dot]com

]]>
http://salamsuper.com/pilih-yang-menghasilkan-lalu-yang-anda-sukai-dan-akhirnya-pilih-yang-mudah/feed/ 0
TDW:BEJ?, Kelaut Aje….http://salamsuper.com/bej-kelaut-aje/ http://salamsuper.com/bej-kelaut-aje/#comments Wed, 11 Mar 2009 15:18:23 +0000 admin http://salamsuper.com/?p=521 TDW:BEJ?, Kelaut Aje…. is a post from: salamsuper[dot]com

]]>
Jangan salah sangka dulu, BEJ disini bukan Bursa Efek Jakarta yang sekarang telah melebur menjadi BEI (Bursa Efek Indonesia) loh. Tapi BEJ yang akan kita bahas kali ini adalah Blame, Excuse, Justify. Bahasan cantik ini, dikutif dari Buku “Financial Revolution” Karya Tung Desem Waringin, sebuah buku Best Seller yang sudah menginspirasi jutaan orang.

Andaikata di bagian tubuh kita tertusuk sebuah duri, hal pertama yang harus dilakukan sebelum mengoleskan obat pada bagian tubuh yang luka itu, adalah mencabut duri yang tertancap terlebih dahulu. Kalau duri itu dibiarkan, sehebat apaun obat dan vitamin yang kita konsumsi, luka kita dijamin tidak akan sembuh. Malahan sebaliknya luka itu akan membusuk dan mengakibatkan inspeksi.

Begitupun yang terjadi pada jiwa dan hati kita, apabila jiwa dan hati ini ingin peka, maka tugas pertama yang harus dilakukan adalah membersihkannya dari hal yang menghalangi kualitas kepekaannya.

Ada banyak cara untuk melatih kepekaan hati ini, tapi setidaknya disini kita akan bahas tiga penyakit yang akan mengurangi kepekaannya, sekaligus menghambat laju sukses seseorang. Tiga hal tersebut adalah Blame, Excuse, Justify atau disingkat BEJ.

Ketika seorang mulai Blame (menyalahkan) orang lain, menyalahkan faktor ekonomi, menyalahkan situasi, orang ini tidak akan belajar dari kegagalannya. Dan orang yang tidak belajar dari kegagalan, adalah orang gagal yang sesungguhnya. Kelemahan yang paling besar dari orang yang menyalahkan segala sesuatu adalah bahwa dia merasa benar dan tidak perlu bertindak lagi.

Ketika seseorang mulai mengajukan excuse (beralasan), seperti mengatakan terlalu muda, terlalu tua, cuma lulusan SMP, tidak berbakat, saya seorang perempuan, saya laki-laki, saya cuma…., saya terlalu…., saya tidak…, dan sebagainya, orang ini tidak akan bertindak sama sekali. Dan bila tidak ada tindakan apapun, tidak ada hasil apapun.

Justify atau pembenaran adalah upaya orang untuk menutupi kelemahan atau kemalasan untuk berubah menjadi lebih baik dengan membenarkan keadaannya, sebagai sesuatu yang sudah sewajarnya. Misalnya, “Terang saja saya tak berhasil, karena saya tidak punya gelar!. Dan sama sekali tidaklah mengherankan kalau Amir selalu mendapatkan promsi karena dia lulusan luar negeri!”

Ketika orang lain lebih hebat daripada dirinya, orang seperti ini akan melakukan pembenaran tanpa terinspirasi untuk belajar atau menjadi lebih hebat. Kata-kata orang seperti ini khas sekali. Mereka suka menggunakan ungkapan seperti “Terang saja…”, “tidak heran…”, “Sudah tentu…”, “Tentu saja…”, “Sudah selayaknya…”, “Sudah layak dan sepantasnya…”. Bila melihat orang kaya, seorang yang suka melakukan justify akan mengatakan, “Tentu saja, anak orang kaya, sekolah di luar negeri, dapat modal banyak, sudah layak dan sepantasnya kalau dia…”

Semua ungkapan itu sebenarnya disampaikan, atau digumamkan pada diri sendiri, dengan maksud untuk membenarkan keadaannya. Dalam contoh diatas, kalau orang seperti itu bergumam “Tentu saja, anak orang kaya, sekolah diluar negeri, dapat modal banyak, sudah layak dan sepantasnya kalau dia…”, dia secara tidak langsung juga mau menegakkan sesuatu, yaitu “Nah, saya kan bukan anak orang kaya, bukan lulusan luar negeri, tak punya modal, maka wajar saja kalau saya tidak berhasil…”

Yang menyedihkan ialah bahwa apapun yang dikatakan oleh orang yang suka BEJ ini ada kebenarannya. Memang benar kalau misalnya orang umur 19 tahun berkata, “Saya baru berumur 19 kok, kan belum punya pengalaman.” Benar bahwa dia berumur 19 tahun, benar bahwa dia belum punya pengalaman, tapi belum tentu benar bahwa sukses itu mengandalkan pengalaman.

Dalam contoh diatas, benar bahwa anak orang kaya yang sukses itu memang sekolah di luar negeri dan modal banyak. Orang yang suka BEJ memakai kebenaran itu sebagai alasan untuk kemalasan dan keengganannya untuk berubah, sehingga kebenaran-kebenaran ini tidak ada manfaatnya. Satu-satunya manfaat adalah hanya membuat orang terssebut jadi hancur karena tidak belajar dan bertindak untuk menjadi lebih baik.

TDW:BEJ?, Kelaut Aje…. is a post from: salamsuper[dot]com

]]>
http://salamsuper.com/bej-kelaut-aje/feed/ 0
TDW:Selalu Mempunyai Nilai Tambahhttp://salamsuper.com/selalu-mempunyai-nilai-tambah/ http://salamsuper.com/selalu-mempunyai-nilai-tambah/#comments Thu, 05 Mar 2009 04:43:51 +0000 admin http://salamsuper.com/?p=507 TDW:Selalu Mempunyai Nilai Tambah is a post from: salamsuper[dot]com

]]>
Seperti seekor lebah pada waktu dia mencari madu, tanpa disadari ketika ia sampai dibunga, dan kemudian bunga tadi diambil madunya, lebah tadi menyebarkan serbuk sari dari bunga-bunga tadi, yang membuat bunga-bunga tadi menjadi buah.

Demikian juga orang yang kaya yang mencerahkan, tujuan utamanya persis seperti lebah yaitu mencari sari madunya. Efek sampingnya ternyata ia membuat kebun buah yang begitu indahnya.

Orang yang kaya juga mau mencari kekayaan, tujuannya adalah mencari uang. Dalam waktu mencari uang, ternyata ia mencerahkan dan membuat dunia ini menjadi lebih baik, membuat orang lain menjadi bersemangat, membuat orang lain jadi lebih kaya, membuat orang lain hidupnya jadi lebih indah, lebih sehat, lebih bahagia.

Orang kaya yang mencerahkan selalu mempunyai Nilai Tambah

Apa maksudnya Nilai Tambah? Maksudnya begini: ketika anda hidup, hidup adalah nilai tambah. Ketika semua orang hidup, hidup adalah nilai standard. Demikian juga ketika kita jujur, jujur adalah nilai tambah. Tetapi ketika semua orang jujur, jujur adalah nilai standard.

Dalam hidup kita harus mempunyai nilai tambah dibanding orang lain. Kita harus membuat nilai tambah dari sesuatu hal yang tidak ada menjadi ada.

Jaman dahulu pada saat nabi Ibrahim, pada waktu ia membuat nilai tambah sedemikian sehingga satu gandum menjadi 2 gandum, 2 domba menjadi puluhan bahkan ratusan domba, demikianlah ia membuat dari tidak ada menjadi ada.

Nah, orang-orang yang kaya tahu bahwa ia mempunyai nilai tambah dalam hidup ini:  ia membuat service yang bagus dalam bengkelnya, membuat harga lebih murah sedemikian sehingga orang mendapatkan keuntungan saat datang ketempat dia, atau rumah makan dengan rasa yang enak, bergizi, dan sehat.

Apapun di dalam hidup ini, kita harus membuat nilai tambah. Dan ketika ada nilai tambah, kita akan jadi kaya.

Seperti definisi uang itu sendiri, uang adalah alat tukar nilai tambah. Ketika kita mau dapatkan uang yang banyak, kita harus selalu tanya: “Apa Nilai Tambah Kita?”

Ketika kita berhasil membuat nilai tambah yang lebih banyak dari orang lain, maka uang akan mengejar kita.

Bukankah manusai yang paling baik adalah manusia yang paling banyak memberikan manfaat bagi orang lain?

Maka perbanyaklah nilai tambah anda, dan berikan manfaat bagi sebanyak-banyaknya orang, maka anda akan menjadi kaya.

(Sumber: 24 ILMU MILYARDER—TUNG DESEM WARINGIN)

TDW:Selalu Mempunyai Nilai Tambah is a post from: salamsuper[dot]com

]]>
http://salamsuper.com/selalu-mempunyai-nilai-tambah/feed/ 0