salamsuper[dot]com » motivasi http://salamsuper.com The Power Of Inspiration Tue, 23 Aug 2011 07:30:21 +0000 http://wordpress.org/?v=2.9.2 en hourly 1 http://salamsuper.com http://salamsuper.com/wp-content/cbnet-favicon/favSal1.bmpsalamsuper[dot]com Kalau kena musibah, mbok bersyukur sajahttp://salamsuper.com/kalau-kena-musibah-mbok-bersyukur-saja/ http://salamsuper.com/kalau-kena-musibah-mbok-bersyukur-saja/#comments Thu, 29 Apr 2010 23:50:17 +0000 admin http://salamsuper.com/?p=1447 Kalau kena musibah, mbok bersyukur saja is a post from: salamsuper[dot]com

]]>
Alkisah tentang seorang raja perkasa yang hobi berburu. Selagi berburu, kudanya meringkik sembari mengangkat kaki ke atas. Raja kaget, lalu terpelanting, kelingkingnya pun putus. Raja sangat marah.  ”Sudahlah Paduka. Kalau kena  musibah, mbok bersyukur saja,” ujar seorang penasihatnya.

Raja bukannya luluh malah tambah murka. Dengan lantang berteriak : ‘Penjarakan penasihat goblok ini!’  Para pengawal yang selalu ABS (Asal Bos Senang), terlalu tabu untuk membantah, dengan sigap melaksanakan perintah sang raja. Sang penasihat pun dijebloskan ke bui.

Lima tahun kemudian, kala berburu, raja ini ditangkap suku primitif. Pria gagah berkulit putih mulus ini akan dipersembahkan pada dewa. Hanya saja, setelah diteliti, lho…, kelingkingnya terpotong. Ia cacat. Terpaksa dilewatkan. Sebagai pengganti, pengawalnya yang tidak cacat dijadikan korban. Pengawal itu dieksekusi, dan rajanya dipulangkan.

Setelah itu raja menyadari kekhilafannya. Penasihat yang dulu dibui itu pun dilepaskan. ”Ananda memang harus bersyukur tidak memiliki kelingking,” kata Raja, mengakui kesalahannya. Ternyata, sang penasihat pun bersyukur, ”Kalau saja saya tidak dipenjarakan oleh Paduka, mungkin, hamba sudah menggantikan Paduka sebagai tumbal”. Jika kita diberikan musibah, sesungguhnya Tuhan sedang mempersiapkan suatu berkah bagi kita. Maka jangan buruk sangka dulu, apalagi buruk sangka kepada Tuhan.

Kalau kena musibah, mbok bersyukur saja is a post from: salamsuper[dot]com

]]>
http://salamsuper.com/kalau-kena-musibah-mbok-bersyukur-saja/feed/ 6
Kita Hanya Berupaya Bukan Penjamin Hasilhttp://salamsuper.com/kita-hanya-berupaya-bukan-penjamin-hasil/ http://salamsuper.com/kita-hanya-berupaya-bukan-penjamin-hasil/#comments Fri, 05 Mar 2010 01:57:12 +0000 admin http://salamsuper.com/?p=1395 Kita Hanya Berupaya Bukan Penjamin Hasil is a post from: salamsuper[dot]com

]]>
Dua  orang  tukang ojeg mencari penumpang di sebuah sudut komplek perkantoran. Hari sebelumnya, yang  seorang  rajin  menawarkan ojeg pada setiap orang yang lalu lalang dan dia mendapat  banyak  pemasukan. 

Sedangkan  yang lain, seharian hanya berteduh dari terik matahari, harus puas dengan uang yg tak seberapa. Tetapi, esok hari, situasi berbalik; Ia yang rajin menjajakan becaknya nyaris tak membawa uang pulang.

Malah  yang duduk-duduk manis di jok ojeg-nya yang dihampiri penumpang. Mengapa ada kenyataan  seperti  ini? Ada orang rajin bekerja lalu menerima  imbalan yang menyenangkan.  Kita  sebut itu “usaha”. Ada orang seolah tak melakukan apa-apa, malah  mendapat hasil tiada kepalang. Kita bilang itu “keberuntungan” .

Bagi yang tak menemukan jawaban, hanya bergumam, “Yah, itulah roda nasib.” Sesungguhnya  hampir-hampir  kita tak berkuasa atas diri kita sendiri.

Kita tak  mampu  memerintahkan  segores  luka  untuk sembuh semau kita; apalagi kuasa  penuh  atas  roda  kehidupan  ini.  Karenanya, ” orang bijak tak henti bertutur  agar  kita  tetap bekerja sekuat tenaga, jangan terlepas dari doa dan  harapan,  namun  setelah  itu serahkan semuanya pada kehendak Penguasa Semesta; berserah diri sepenuhnya.”

 

Kita Hanya Berupaya Bukan Penjamin Hasil is a post from: salamsuper[dot]com

]]>
http://salamsuper.com/kita-hanya-berupaya-bukan-penjamin-hasil/feed/ 0
Hidup ini selalu diperiksahttp://salamsuper.com/hidup-ini-selalu-diperiksa/ http://salamsuper.com/hidup-ini-selalu-diperiksa/#comments Fri, 19 Feb 2010 12:28:10 +0000 admin http://salamsuper.com/?p=1380 Hidup ini selalu diperiksa is a post from: salamsuper[dot]com

]]>
Ada suatu kisah menarik dari pengalaman seorang pengembara muda. Dia adalah warga Amerika, dari kecil selalu berpikir mau jadi pengembara, ingin berkelana melihat lihat dunia luar, jadi ia ingin pergi berkeliling dunia, nanti setelah kembali mau melanjutkan sekolah di universitas. Biarpun ayahnya seorang dokter, ekonomi keluarga memungkinkan, tetapi ayah ibunya tidak memberinya uang dan dia juga tidak memintanya dari mereka.

Sesudah tamat SMA, maka dia segera pergi ke hutan Alaska untuk memotong kayu untuk menabung. Karena di Alaska saat musim panas siang hari sangat panjang, matahari baru terbenam kira-kira tengah malam dan sebentar kemudian jam 3 subuh sudah terbit lagi. Jika dalam sehari dia bisa bekerja 16 jam, memotong kayu selama 1 musim, maka dia bisa menabung untuk keliling dunia selama 3 musim. Maka setelah keliling dunia 2 tahun akhirnya kembali ke sekolah untuk meneruskan pelajaran di Universitas. Dan karena hal ini adalah dirinya sendiri yang memikirkan matang-matang dan secara mendalam, maka jurusan pilihannya yang semestinya perlu 4 tahun untuk lulus, diselesaikannya dalam waktu 3 tahun. Setelah itu mulai mencari pekerjaan. Karirnya cukup baik, bisa dibilang searah dengan arah angin, lancar naik terus sampai ke posisi kepala insinyur/manajer teknik.

Ketika dia bekerja paruh waktu di Alaska, pernah sekali dia dan temannya mendengar teriakan erangan serigala di atas gunung. Mereka sangat cemas dan mulai mencari cari, akhirnya menemukan seekor serigala betina terjerat jebakan dan sedang merintih kesakitan. Terus dia memperhatikan alat jebakan besi yang unik dan tahu bahwa itu adalah milik seorang Pak Tua. Pak Tua ini adalah amatiran, menggunakan waktu luangnya untuk menangkap binatang, kemudian menjual kulitnya untuk menambah kebutuhan dapurnya. Tetapi setahu mereka, si Bapak Tua tadi beberapa hari lalu karena serangan jantung telah diangkut pakai helicopter ke rumah sakit Ancrukhy untuk mendapatkan pertolongan dan dirawat sekarang. Dan serigala betina ini bakal mati kelaparan karena tidak diurus. Timbul keinginan dia melepaskan serigala betina itu tetapi serigala itu sangat ganas dan garang sehingga dia tidak dapat mendekat. Dia juga mengamati ada tetesan susu dari serigala betina ini dan ini menandakan bahwa di sarangnya pasti ada anak-anak srigala.

Dia dan temannya menghabiskan banyak sekali tenaga dan energi untuk mencari sarang srigala, sampai menemukan 4 ekor anak serigala dan membawa mereka ke tempat serigala betina tadi untuk diberikan susu. Dengan demikian bisa menghindarkan mereka dari bahaya mati kelaparan. Dia mengeluarkan bekal makanan sendiri untuk diberikan ke serigala betina sebagai makanan dan mempertahankan hidupnya. Malam hari masih harus berkemah di sana dekat serigala betina untuk menjaga serigala dan keluarganya dari serangan binatang lain karena ibu serigalanya terjerat tidak bisa membela keamanan diri
sendiri maupun anak anaknya.

Hal ini terus berlangsung sampai hari kelima, saat dia mau memberi makan serigala betina, tiba-tiba dia memperhatikan serigala tadi mulai menggoyang goyangkan ekornya. Kemudian dia tahu kalau dia sudah mulai mendapatkan kepercayaan dari serigala betina ini. Akhirnya setelah berlalu 3 hari lagi, baru serigala betina mengizinkan dirinya didekati, membuka jeratan jebakan yang menjepitnya dan melepaskannya bebas kembali. Setelah bebas, serigala betina ini kemudian menjilat tangannya dan membiarkan dia memberikan obat luka di kakinya. Terakhir serigala betina ini membawa anak-anaknya pergi, dengan sesekali memutarbalikkan kepalanya melihat ke belakang ke arah dia.

Dia terduduk di atas batu dan berpikir, jika seorang manusia bisa membuat seekor binatang buas seperti serigala menjilat tangannya dan menjadi temannya, apakah bisa tidak mungkin seorang manusia membuat manusia lain meletakkan senjatanya dan berkawan? Dia bertekad di kemudian hari untuk berbuat baik dan menunjukkan ketulusan hati kepada orang lain, karena dari kasus ini dia mempelajari bahwa dia terlebih dahulu menunjukkan ketulusan hati, maka lawan pasti akan membalasnya dengan ketulusan juga. (Sambil bergurau dia berkata, jika demikian saja tidak bisa, maka kalah sama binatang.)

Karenanya setelah masuk bekerja, di perusahaan dia berbaik hati kepada orang lain. Pertama tama selalu menganggap orang lain berniat baik, kemudian sendiri bersikap tulus, sering kali suka menolong orang lain, tidak berhati sempit dan mengingat kesalahan kesalahan kecil orang lain.  Oleh karena ini setiap tahun dia selalu naik jabatan, promosinya cepat sekali. Yang paling penting adalah dia setiap hari melewati kehidupannya dengan sangat gembira, katanya orang yang membantu orang lain adalah lebih gembira dibandingkan dengan orang yang menerima bantuan. Biarpun dia tidak pernah tahu peribahasa tionghua bahwa [memberi lebih berkurnia kebajikan daripada menerima], tetapi dia telah menjalankan kehidupan yang demikian.

Dia berkata kepada saya bahwa dia selalu berterima kasih atas pengalaman dia di Alaska dulu, karena ini membuat dia menerima rejeki kebajikan yang tak habis habisnya seumur hidup ini. Dan ini benar sekali, hanya sesuatu hal yang kita mau, yang bisa kita hargai, strawberry yang sudah mendapatkan embun baru akan manis, manusia yang sudah diasah kesulitan baru menjadi dewasa dan matang.

Jika ada seseorang yang tamat Universitas dan tidak tahu mau bekerja apa, maka harus membiarkan dia pergi keluar untuk diasah oleh sang kehidupan, tidak perlu memberikan dia uang, biarkan dia mencari makan dengan tenaganya, berikan dia 1 kesempatan untuk membuktikan kekuatan dirinya dan mencicipi kehidupan, niscaya dan percaya dia pasti bisa mendapatkan sebuah pengalaman yang berguna seumur hidup. (“Pengalaman yang Berguna Seumur Hidup” oleh Hung Lan, Head of Neurology Research Center, National Central University Taiwan”)

Hidup ini selalu diperiksa is a post from: salamsuper[dot]com

]]>
http://salamsuper.com/hidup-ini-selalu-diperiksa/feed/ 0
Belajar dari Filosofi Jagunghttp://salamsuper.com/belajar-dari-filosofi-jagung/ http://salamsuper.com/belajar-dari-filosofi-jagung/#comments Sun, 07 Feb 2010 09:53:28 +0000 admin http://salamsuper.com/?p=1370 Belajar dari Filosofi Jagung is a post from: salamsuper[dot]com

]]>
Suatu ketika, seorang wartawan mewawancarai seorang petani untuk mengetahui rahasia di balik buah jagungnya, yang selama bertahun-tahun selalu berhasil memenangkan kontes perlombaan hasil pertanian. Petani itu mengaku ia sama sekali tidak mempunyai rahasia khusus karena ia  selalu membagi-bagikan bibit jagung terbaiknya pada tetangga-tetangga  di sekitar perkebunannya.

“Mengapa anda membagi-bagikan bibit jagung terbaik itu pada tetangga-tetangga anda? Bukankah mereka mengikuti kontes ini juga setiap tahunnya?” tanya sang wartawan.

“Tak tahukah anda?,” jawab petani itu.

“Bahwa angin menerbangkan serbuk sari dari bunga-bunga yang masak dan menebarkannya dari satu ladang ke ladang yang lain. Bila tanaman jagung tetangga saya buruk, maka serbuk sari yang ditebarkan ke ladang saya juga buruk. Ini tentu menurunkan kualitas jagung saya. Bila saya ingin mendapatkan hasil jagung yang baik, saya harus menolong tetangga saya mendapatkan jagung yang baik pula.”

Begitu pula dengan hidup kita. Mereka yang ingin meraih keberhasilan harus menolong tetangganya menjadi berhasil pula. Mereka yang menginginkan hidup dengan baik harus menolong tetangganya hidup dengan baik pula.

Sungguh…nilai dari hidup kita diukur dari kehidupan-kehidupan yang disentuhnya.

Belajar dari Filosofi Jagung is a post from: salamsuper[dot]com

]]>
http://salamsuper.com/belajar-dari-filosofi-jagung/feed/ 9
Ku Kendalikan Hati-Kuhttp://salamsuper.com/ku-kendalikan-hati-ku/ http://salamsuper.com/ku-kendalikan-hati-ku/#comments Fri, 29 Jan 2010 12:33:34 +0000 admin http://salamsuper.com/?p=1365 Ku Kendalikan Hati-Ku is a post from: salamsuper[dot]com

]]>
Alkisah, seorang lelaki santun duduk di tepi sungai. Ia sudah beberapa lama tidak makan apapun. Lalu sebutir apel yang terbawa arus itu dipungutnya, dan dimakan. Sesaat kebutuhannya terpenuhi. Namun sesaat kemudian hati kecilnya menggugat. “Apel siapa ini? Mengapa aku memakannya tanpa minta izin?”

Lelaki itu menelusur ke hulu, mencari pemilik apel tersebut. Beberapa jauh kemudian ia menemukan pemiliknya. Ia minta tindakannya memakan apel hanyut tanpa izin pemiliknya tersebut dimaafkan. Abdullah, pemilik kebun, itu bersedia memaafkan dengan syarat tertentu. Yakni agar lelaki itu bersedia menikahi putrinya. “Tapi putriku itu buta, lumpuh, dan bisu,” kata Abdullah.

Lelaki itu mengangguk. Ia siap melakukan pekerjaan halal apapun untuk mendapatkan maaf. Hatinya tidak akan pernah tenang sebelum ia mendapatkan maaf itu. Pernikahan pun dilangsungkan. Sang istri, Fatimah, ternyata seorang gadis luar biasa. Cerdas, cantik, dan sama sekali tidak buta, lumpuh dan bisu. “Ia buta dari perbuatan melihat maksiat, lumpuh dari melangkahkan kaki ke tempat-tempat yang tidak benar, serta bisu dari ucapan yang tidak senonoh,” kata Abdullah. Mereka dikaruniai anak saleh yang kemudian menjadi tokoh besar sufi, Syekh Abdulqadir Jaelani.

Apa yang membuat ayah Abdulqadir Jaelani begitu bersusah payah mencari pemilik apel yang hanyut di sungai? Bukankah si pemilik tak merasa kehilangan bila sebutir apel dari kebunnya yang luas jatuh ke sungai. Ia juga akan merasa maklum jika ada yang memungut apel itu, dan kemudian memakannya. Ia tentu tidak akan mempersoalkan seandainya tahu siapa yang memakan apel itu. Apalagi ia sama sekali tidak tahu siapa yang memakan apel itu, bahkan tidak tahu kalau apelnya hanyut di sungai.

Tidak demikian bagi seorang saleh sejati seperti ayah Abdulqadir Jaelani. Sebutir apel, dalam keadaan sangat lapar, sungguh berarti bagi perutnya. Namun hatinya tidak dapat menerima apel tak bertuan itu. Hatinya terus terjaga dalam keadaan jernih. Noda setitik pun yang akan mengotori kejernihan hati akan membangkitkan mekanisme untuk membuang jauh noda itu, dan mengembalikan kejernihan hati seperti semula. Hati itu menggerakkan kakinya untuk melangkah, menggerakkan bibirnya untuk minta maaf, dan menggerakkan seluruh jiwa raganya untuk menerima persyaratan apapun buat mendapatkan maaf itu.

Apa yang sebenarnya ada pada hati itu sehingga mempunyai daya gerak yang begitu hebat?

Tuhan tidaklah memandang rupa seseorang. Tidak pula memandang bentuk seseorang itu. Namun, Tuhan memandang hati orang tersebut.

Lewat hati manusia pula, Tuhan mengungkapkan kehadirannya pada diri seseorang. Lewat hati seseorang dapat merasakan bahwa Tuhan memang “lebih dekat dibanding urat leher sendiri”. Lewat hati, seseorang dapat merasakan hal yang dalam penggambaran sufistik, “dengan mata-Nya ia melihat, dengan telinga-Nya ia mendengar, dengan tangan-Nya ia menyentuh.”

Sachiko Murata, profesor bidang studi agama di Universitas New York, menilai banyak ayat-ayat kitab suci yang membahas mengenai hati sebagai  sentralitas pada diri manusia, Secara harfiah, hati itulah yang akan membalik, mengubah, memaju-mundurkan, serta menaik-turunkan manusia. Tidak berlebihan bila hati dipandang sebagai “lokus kebaikan dan kejahatan, maupun kebenaran-kesalahan.”

Hati yang akan mengendalikan seseorang hingga tenteram atau gelisah. Hati yang akan menentukan seseorang sukses atau tidak dalam mengarungi gelombang hidup.  Itu yang menjelaskan mengapa para imam sufi tak henti untuk menekankan pentingnya, latihan tanpa akhir untuk mengendalikan hati.

Ku Kendalikan Hati-Ku is a post from: salamsuper[dot]com

]]>
http://salamsuper.com/ku-kendalikan-hati-ku/feed/ 0
CURHAT JADI OBAThttp://salamsuper.com/curhat-jadi-obat/ http://salamsuper.com/curhat-jadi-obat/#comments Fri, 22 Jan 2010 10:19:33 +0000 admin http://salamsuper.com/?p=1355 CURHAT JADI OBAT is a post from: salamsuper[dot]com

]]>
Anda tahu Istilah CURHAT?, Istilah CURHAT atau mencurahkan isi hati biasanya beredar dikalangan remaja-remaja sekarang atau sering kita sebut ABG. Mereka berbagi cerita dengan teman, baik itu cerita suka ataupun duka, bahkan mereka mempublikasikan curahan hatinya agar dapat dibagi kepada orang-orang yang ia kenal. Biasanya mereka mempublikasikannya melalui blog, maupun situs jejaring sosial. Ada juga curhat melalui telepon ‘Premium Call’, siaran radio atau televisi; semua acara ini dikemas sedemikian rupa menjadi acara yang sangat menarik, tetapi menjadi lahan bisnis yang menjanjikan bagi pelaku bisnis ini. 

Tapi mencurahkan isi hati bukan hanya milik para remaja, orang dewasapun sering melakukannya untuk menghilangkan unek-unek yang ada dihatinya atau berbagi kesenangan dengan sahabatnya. Ada sebuah kisah menarik mengenai CURHAT ini; Di Amerika ada seorang penulis buku yang sedang mengalami stress berat dan merasa dia kehilangan ide-ide segar untuk dijadikan bahan tulisannya. Kemudian ia menanyakan pada rekannya mengenai masalah yang dia hadapi tersebut, dan temannya menyarankan ia datang ke seorang psikiater untuk di terapi dan rekannya itu menyarankan agar ia mendatangi seorang psikiater di Jerman yang sangat terkenal. Singkat cerita Si Penulis terbang ke Jerman untuk terapi ke psikiater yang disarankan rekannya tersebut.

Sampai diruang psikiater tersebut, sang psikiater menjabat tangannya sambil tersenyum dan dengan gerakan tangannya menyuruh sang penulis masuk ke ruangannya dan duduk di kursi santai yang telah disediakan. Si penulis kemudian bercerita mengenai masalah-masalah yang ia alami dengan panjang lebar kepada psikiater yang mendengarkan dengan serius dan terkadang tersenyum apabila si penulis bercerita sambil tertawa. Si penulis merasa plong setelah menceritakan isi hatinya kepada psikiater tersebut dan ia merasa bahwa stress yang ia alami mulai hilang setelah terapi yang ia lakukan. Kemudian ia pamit kepada si psikiater dan pulang ke Amerika.

Sesampai di Amerika ia berterimakasih kepada rekannya atas saran yang diberikan untuk mengunjungi psikiater tersebut dan beban yang selama ini ia alami sudah terasa berkurang dan ia akan mulai lagi menulis buku.

Selama beberapa bulan sang penulis berkonsentrasi menulis  buku dengan penuh ide-ide cemerlang yang sangat membuat hatinya senang dalam menyusun buku tersebut. Dan beberapa tahun kemudian si penulis telah menghasilkan beberapa buku yang beberapa diantaranya mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan menjadi “Best Seller”.

Si Penulis amat senang dan ia tidak lupa mengirimkan buku “Best Seller” hasil karyanya kepada psikiater yang telah membantunya. Didalam buku itu terdapat ucapan terimakasih si penulis kepada psikiater yang telah mengobati penyakitnya sehingga ia kembali menjadi manusia yang penuh ide-ide cemerlang.

Setelah membaca ucapan terimakasih tersebut sang psikiater mengirimkan sebuah surat kepada si penulis di Amerika;

Dear
Mr. Penulis

Saya sangat senang anda telah berhasil menyusun buku-buku yang sangat hebat dan sayapun turut senang anda kembali menjadi seorang yang penuh ide-ide cemerlang. Tapi saya tidak pantas mendapatkan ucapan terimakasih dari saudara karena saya merasa tidak pernah mengobati saudara. Memang benar anda datang ke tempat praktek saya untuk melakukan terapi, tetapi anda pada waktu itu bercerita panjang lebar dalam bahasa inggris yang pada waktu itu saya tidak mengerti karena saya tidak bisa berbahasa inggris. Tetapi sekarang saya sudah mulai sedikit bisa bahasa inggris dan untuk itu saya menulis surat ini kepada saudara.

 

Terimakasih.

 

Terkadang seseorang membutuhkan orang lain hanya untuk mendengarkan isi hatinya dan itu sudah cukup untuk mengobati penyakit dihatinya. Dan apakah kita bersedia menjadi pendengar yang baik untuk membantu saudara-saudara kita, “karena sekarang ini terlalu banyak orang yang ingin berbicara tanpa ada yang mau mendengarkan”.

CURHAT JADI OBAT is a post from: salamsuper[dot]com

]]>
http://salamsuper.com/curhat-jadi-obat/feed/ 4
Lemparkan Dadu-muhttp://salamsuper.com/lemparkan-dadu-mu/ http://salamsuper.com/lemparkan-dadu-mu/#comments Sun, 17 Jan 2010 07:27:36 +0000 admin http://salamsuper.com/?p=1348 Lemparkan Dadu-mu is a post from: salamsuper[dot]com

]]>
Ular-Tangga, permainan semasa kita kecil, adalah contoh yang bagus tentang permainan nasib manusia. Ada petak-petak yang harus dilewati. Ada tangga yang akan membawa kita naik ke petak yang lebih tinggi. Ada Ular yang akan membuat kita turun ke petak di bawahnya.

Kita hidup. Dan sedang bermain dengan banyak papan Ular-Tangga. Ada papan yang bernama kuliah. Ada papan yang bernama karir. Suka atau tidak dengan permainan yang sedang dijalaninya, setiap orang harus melangkah. Atau ia terus saja ada di petak itu. Suka tak suka, setiap  orang harus mengocok dan melempar dadunya. Dan sebatas itulah ikhtiar manusia: melempar dadu (dan memprediksi hasilnya dengan teori peluang). Hasil akhirnya, berapa jumlahan yang keluar, adalah mutlak kuasa Tuhan. Apakah Ular yang akan kita temui, ataukah Tangga, Allah-lah yang mengatur. Dan disitulah nasib. Kuasa kita hanyalah sebatas melempar dadu.

Malangnya, ada juga manusia yang enggan melempar dadu dan menyangka bahwa itulah nasibnya. Bahwa di situlah nasibnya, di petak itu. Mereka yang malang itu, terus saja ada di sana. Menerima keadaan sebagai  Nasib, tanpa pernah melempar dadu.

Mereka yang takut melempar dadu, takkan pernah beranjak ke mana-mana. Mereka yang enggan melempar dadu, takkan pernah menyelesaikan  permainannya.

Setiap kali menemui Ular, lemparkan dadumu kembali. Optimislah bahwa di antara sekian lemparan, kau akan menemukan Tangga. Beda antara orang yang optimis dan pesimis bila keduanya sama-sama gagal, Si Pesimis menemukan kekecewaan dan Sang Optimis mendapatkan harapan.

Lemparkan Dadu-mu is a post from: salamsuper[dot]com

]]>
http://salamsuper.com/lemparkan-dadu-mu/feed/ 5
Peta Kehidupanhttp://salamsuper.com/peta-kehidupan/ http://salamsuper.com/peta-kehidupan/#comments Wed, 23 Dec 2009 04:31:03 +0000 admin http://salamsuper.com/?p=1304 Peta Kehidupan is a post from: salamsuper[dot]com

]]>
Bayangkan anda saat berada di tengah samudera di atas sebuah speedboat. Lima puluh kilometer di depan anda adalah sebuah pulau, dan di pulau itu terdapat semua yang anda inginkan dan cita-citakan. Semua impian anda. Dan satu-satunya cara untuk mendapatkan itu semua adalah sampai ke pulau tersebut. Pulau itu ada di belakang cakrawala. Tapi cakrawala yang mana?

Masalahnya adalah anda tidak punya kompas, peta, radio, telepon, dan anda tidak tahu mana arah ke pulau tersebut.
Arah yang salah akan membuat anda melenceng jauh sekali dari pulau impian, sementara di sekeliling anda yang terlihat cuma laut dan langit. Dalam dua jam, anda bisa saja telah sampai di pulau impian. Tetapi bila anda salah arah, anda bisa kehabisan bahan bakar sebelum bisa mencapai pulau impian.

Hidup tanpa tujuan yang jelas, tanpa mengetahui dan mengerti kegunaan hidup anda, adalah sama dengan dilema pulau impian. Semua impian anda sebenarnya bisa tercapai, namun untuk mencapainya anda harus mengetahui apa, di mana, dan bagaimana mencapainya.

Anda mutlak mengetahui arah untuk mencapainya, dan untuk itu anda memerlukan peta. Tentukan peta anda sekarang, untuk dapat mencapai impian anda. Buat seteliti dan seakurat mungkin, dan selanjutnya anda tinggal mengarahkan speedboat ke pulau impian anda.

Peta Kehidupan is a post from: salamsuper[dot]com

]]>
http://salamsuper.com/peta-kehidupan/feed/ 1
Kisah Seorang Pendakihttp://salamsuper.com/kisah-seorang-pendaki/ http://salamsuper.com/kisah-seorang-pendaki/#comments Thu, 10 Dec 2009 07:35:12 +0000 admin http://salamsuper.com/?p=1278 Kisah Seorang Pendaki is a post from: salamsuper[dot]com

]]>
Suatu ketika, ada seorang pendaki gunung yang sedang bersiap-siap melakukan perjalanan. Di punggungnya, ada ransel carrier dan beragam carabiner(pengait) yang tampak bergelantungan. Tak lupa tali-temali yang disusun melingkar di sela-sela bahunya. Pendakian kali ini cukup berat,persiapan yang dilakukan pun lebih lengkap.

Kini, di hadapannya menjulang sebuah gunung yang tinggi. Puncaknya tak terlihat, tertutup salju yang putih. Ada awan berarak-arak disekitarnya, membuat tak seorangpun tahu apa yang tersembunyi didalamnya. Mulailah pendaki muda ini melangkah, menapaki jalan-jalan bersalju yang terbentang di hadapannya. Tongkat berkait yang di sandangnya, tampak menancap setiap kali ia mengayunkan langkah.

Setelah beberapa berjam-jam berjalan, mulailah ia menghadapi dinding yang terjal. Tak mungkin baginya untuk terus melangkah. Dipersiapkannya tali temali dan pengait di punggungnya. Tebing itu terlalu curam, ia harus mendaki dengan tali temali itu. Setelah beberapa kait ditancapkan,tiba-tiba terdengar gemuruh yang datang dari atas. Astaga, ada badai salju yang datang tanpa disangka.

 Longsoran salju tampak deras menimpa tubuh sang pendaki. Bongkah-bongkah salju yang mengeras, terus berjatuhan disertai deru angin yang membuat tubuhnya terhempas-hempas ke arah dinding.

Badai itu terus berlangsung selama beberapa menit. Namun, untunglah,tali-temali dan pengait telah menyelamatkan tubuhnya dari dinding yang curam itu. Semua perlengkapannya telah lenyap, hanya ada sebilah pisau yang ada di pinggangnya.

Kini ia tampak tergantung terbalik di dinding yang terjal itu. Pandangannya kabur, karena semuanya tampak memutih. ia tak tahu dimana ia berada. Sang pendaki begitu cemas, lalu ia berkomat-kamit, memohon doa kepada Tuhan agar diselamatkan dari bencana ini. Mulutnya terus bergumam, berharap ada pertolongan Tuhan datang padanya.

Suasana hening setelah badai. Di tengah kepanikan itu, tampak terdengar suara dari hati kecilnya yang menyuruhnya melakukan sesuatu. “Potong tali itu…. potong tali itu. Terdengar senyap melintasi telinganya. Sang pendaki bingung, apakah ini perintah dari Tuhan? Apakah suara ini adalah pertolongan dari Tuhan?

Tapi bagaimana mungkin, memotong tali yang telah menyelamatkannya, sementara dinding ini begitu terjal? Pandanganku terhalang oleh salju ini, bagaimana aku bisa tahu? Banyak sekali pertanyaan dalam dirinya. Lama ia merenungi keputusan ini, dan ia tak mengambil keputusan apa-apa…

Beberapa minggu kemudian, seorang pendaki menemukan ada tubuh yang tergantung terbalik di sebuah dinding terjal. Tubuh itu tampak membeku,dan tampak telah meninggal karena kedinginan. Sementara itu, batas tubuh itu dengan tanah, hanya berjarak 1 meter saja….

***

Sahabat, mungkin kita akan berkata, betapa bodohnya pendaki itu, yang tak mau menuruti kata hatinya. Kita mungkin akan menyesalkan tindakan pendaki itu yang tak mau memotong saja tali pengaitnya. Pendaki itu tentu akan bisa selamat dengan membiarkannya terjatuh ke tanah yang hanya berjarak 1 meter. Ia tentu tak harus mati kedinginan karena tali itulah yang justru membuatnya terhalang.

Begitulah, kadang kita berpikir, mengapa Sang Pencipta tampak tak melindungi hamba-Nya? Kita mungkin sering merasa, mengapa ada banyak sekali beban,masalah, hambatan yang kita hadapi dalam mendaki jalan kehidupan ini.
Kita sering mendapati ada banyak sekali badai-badai salju yang terus menghantam tubuh kita. Mengapa tak disediakan saja, jalan yang lurus,tanpa perlu menanjak, agar kita terbebas dari semua halangan itu?

Namun sahabat, cobaan yang diberikan Sang Pencipta buat kita, adalah latihan,adalah ujian, adalah layaknya besi-besi yang ditempa, adalah seperti pisau-pisau yang terus diasah. Sesungguhnya, di dalam semua ujian, dan latihan itu,ada tersimpan petunjuk-petunjuk, ada tersembunyi tanda-tanda, asal KITA PERCAYA.
Ya, asal kita percaya.

Seberapa besar rasa percaya kita kepada Sang Pencipta, sehingga mampu membuat kita “memotong tali pengait” saat kita tergantung terbalik? Seberapa besar rasa percaya kita kepada Sang Pencipta, hingga kita mau menyerahkan semua yang ada dalam diri kita kepada-Nya?

Karena percaya adanya di dalam hati, maka tanamkan terus hal itu dalam kalbumu.
Karena rasa percaya tersimpan dalam hati,maka penuhilah nuranimu dengan kekuatan itu.

Sahabat-ku, percayalah, akan ada petunjuk-petunjuk Sang Pencipta dalam setiap langkah kita menapaki jalan kehidupan ini. Carilah, gali, dan temukan rasa percaya itu dalam hatimu. Sebab, saat kita telah percaya, maka petunjuk itu akan datang dengan tanpa disangka.

Kisah Seorang Pendaki is a post from: salamsuper[dot]com

]]>
http://salamsuper.com/kisah-seorang-pendaki/feed/ 0
Lepaskan ikatanmuhttp://salamsuper.com/lepaskan-ikatanmu/ http://salamsuper.com/lepaskan-ikatanmu/#comments Sun, 06 Dec 2009 00:40:32 +0000 admin http://salamsuper.com/?p=1269 Lepaskan ikatanmu is a post from: salamsuper[dot]com

]]>
Di suatu hutan hiduplah sekelompok monyet. Pada suatu hari, tatkala mereka tengah bermain, tampak oleh mereka sebuah toples kaca berleher panjang dan  sempit yang bagian bawahnya tertanam di tanah. Di dasar toples itu ada kacang yang sudah dibubuhi dengan aroma yang disukai monyet. Rupanya toples itu adalah perangkap yang ditaruh di sana oleh seorang pemburu.

Salah seekor monyet muda mendekat dan memasukkan tangannya ke dalam toples untuk mengambil kacang-kacang tersebut. Akan tetapi tangannya yang terkepal menggenggam kacang tidak dapat dikeluarkan dari sana karena kepalan tangannya lebih besar daripada ukuran leher toples itu. Monyet ini meronta-ronta untuk mengeluarkan tangannya itu, namun tetap saja gagal.

Seekor monyet tua menasihati monyet muda itu, “Lepaskanlah kepalanmu atas kacang-kacang itu! Engkau akan bebas dengan mudah!”

Namun monyet muda itu tidak mengindahkan anjuran tersebut, tetap saja ia bersikeras menggenggam kacang itu. Beberapa saat kemudian, sang pemburu datang dari kejauhan. Sang monyet tua kembali meneriakkan nasihatnya, “Lepaskanlah kepalanmu sekarang juga agar engkau bebas!”

Monyet muda itu ketakutan, namun tetap saja ia bersikeras untuk mengambil kacang itu. Akhirnya, ia tertangkap oleh sang
pemburu.

Demikianlah, kadang kita juga sering mencengkeram dan tidak rela melepaskan hal-hal yang sepatutnya kita lepaskan: kemarahan,
kebencian, iri hati, ketamakan, dan sebagainya. Apabila kita tetap tak bersedia melepas, tatkala kematian datang “menangkap” kita,
semuanya akan terlambat sudah. Bukankah lebih mudah jika kita melepaskan setiap masalah yang lampau, dan menatap hari esok dengan lebih cerah? Bukankah dunia akan menjadi lebih indah jika kita bisa melepaskan “kepalan” kita dan membagi kebahagiaan dengan orang lain ? (Swaramer)

Lepaskan ikatanmu is a post from: salamsuper[dot]com

]]>
http://salamsuper.com/lepaskan-ikatanmu/feed/ 3