Penumpang Lelaki Tua
Ketika Nabi Nus AS berada diatas kapal, yang dibuatnya atas perintah Allah SWT untuk menyelamatkan diri. Ia perhatikan satu persatu penumpang yang ikut diatas kapalnya. Tiba-tiba Nabi Nus AS memandang kepada seorang lelaki tua yang tak dikenalnya. Siapa kamu? Tanya Nabi Nuh. Aku Iblis tua. Mengapa kamu ikut kami?. Aku bukan mau ikut kapal dan ingin menyelamatkan diri bersamammu. Aku hanya ingin mengganggu hati para pengikutmu. Biar tubuh mereka bersamamu tapi hati mereka bersamaku.
Keluarlah kau dari kapalku wahai musuh Allah! Wahai Nuh, aku menyimpan lima kiat yang dengannya aku bisa mencelakakan manusia ini. Aku akan sebutkan kepadamu tiga, tetapi akan kusembunyikan darimu dua lainnya. Aku tidak berminat mendengarkan tiga kiat yang kau sebutkan itu, tetapi sebutkan dua kiat yang kau sembunyikan dariku.
Wahai Nuh, aku akan berusaha membinasakan manusia dengan dua cara. Pertama, menanamkan sifat hasad. Kedua, menanamkan sifat serakah dalam jiwa mereka. Dengan dengki aku dilaknat oleh Allah dan dijadikan sebagai syetan terkutuk. Dan dengan serakah Adam AS menghalalkan segala makanan di surga sehingga dikeluarkan. Dengan dua sifat ini kamu semua dikeluarkan dari surga. (Syarif Hidayatullah, Sifat Hasad, Mimbar Ulama, No. 337, Des. 2006 hl 23-24)
Sifat dengki dan serakah ini harus dijauhi kaum muslimin demi terjaga persatuan dan tidak bercerai berai dalam mendapatkan nikmat Allah. Jika dengki dan serakah telah menjadi maka para pelakunya menjadi musuh Allah SWT. Nabi Muhammad SAW bersabda: “Ingatlah bahwa nikmat-nikmat Allah ada musuhnya. Ditanya siapakah musuh-musuh nikmat Allah itu ya Rasulallah? Jawabannya, yaitu mereka yang hasad terhadap nikmat karunia Allah yang diberikan kepada manusia (hamba-Nya)”
(Lembar Risalah An-Natijah, No.20, 15 Mei 2009)





