Mario Teguh: Heal The World
Sahabat Indonesia, Menyikapi keadaan konflik yang terjadi di belahan dunia sana, akhir-akhir ini. Acara Mario Teguh Golden Ways (MTGW), pada hari minggu, 18 Januari 2009, yang disiarkan secara Live dari studio MetroTV, mengambil tema “Heal The World”. Dalam bahasan kali ini sungguh materi yang disajikan Pak Mario Teguh, begitu menyejukan dan betul-betul sangat terasa sebagai Obat, bagi dunia yang sekarang tengah mengalami sakit. Tanpa panjang lebar lagi, berikut rangkuman materi yang berhasil saya tulis:
Banyak orang yang sekarang menderita, karena yang dia pikirkan untuk menghentikan peperangan adalah peperangan.
Super Point:
Anda bisa memenangkan peperangan dengan penggunaan kekuatan,
tetapi anda hanya bisa memenangkan kehidupan dengan sebuah jiwa yang baik.
Banyak orang salah mengerti, mengira dengan peperangan akan menghentikan peperangan. Sejarah telah membuktikan, masa berperang hanya sepanjang kesedihan anda untuk berperang.
Telah terbukti, perang Vietnam itu berhenti, karena salah satu pihak memutuskan untuk tidak berperang lagi.
Satu saja dari kedua belah pihak memutuskan untuk berperang, yang satu harus membela diri.
Orang yang mengalahkan musuhnya dengan kekerasan, yang melukai anak dan wanita, akan menumbuhkan musuh yang memeranginya dengan serius dimasa depan.
Maka cara terbaik untuk menghentikan berperang adalah berhenti berperang, lalu menemukan cara-cara yang lebih beriman dalam menyelesaikan konflik.
Memang bagi kita berhak membalas, tetapi akan lebih bijak lagi bagi kita, kalau memafkan.
Anda tidak akan bisa hidup damai dengan mengalahkan orang, yang dengan kesungguhannya ingin membalas atas kematian bayinya, ibunya atau anak-anak yang dikasihinya.
Salah satu cara untuk mengenali kita sebagai orang baik adalah dengan mengenali yang membuat kita TERENYUH.
Kalau kita sedih melihat orang kalah berjudi, berarti kita bukan orang baik. Tetapi kalau kita terenyuh melihat ketidak adilan, dan teraniyayanya orang-irang yang lemah, itu berarti kita orang yang baik.
Orang juga dinilai dari yang DITERTAWAINYA. Kalau yang ditertawainya penderitaan orang, itu bukan orang baik. Tapi kalau yang ditertawainya itu lahirnya bayi yang sehat ke keluarga sahabat kita, dia orang yang baik.
Jadi lihatlah yang membuat hati kita bereaksi, kalau itu undangan bagi prilaku yang lebih baik, berati hati kita adalah hati yang baik. Tapi kalau kita bersikap cuek dan acuh terhadap penderitaan orang lain, tunggu suatu saat nanti dia akan mendapat perlakuan yang sama ketika dia memerlukan bantuan orang lain.
Batasan itu bagi orang baik adalah petunjuk jalan. Sementara bagi orang yang mau melampaui batas, batasan itu adalah hambatan yang harus dilanggarnya.
Jadi kalau orang ingin menjadi orang yang baik, dia harus tahu batasan-batasan-nya, lalu berlaku sebebas-bebasnya dalam batasan itu.Kenapa Tuhan tidak suka orang yang melampaui batas?, mengapa perang-pun punya aturan-aturan dan batasan tertentu?, tidak melukai anak-anak, orang tua dan wanita, tidak menyerang rumah sakit dll. Karena segala sesuatu itu ada batasannya.
Jadi jangan anggap bahwa kehidupan yang baik itu adalah kehidupan yang bebas dari batasan. Justru didalam batasan itu kita bisa menjadi betul-betul bebas.
Apapun yang terjadi pada penderitaan orang lain, yang dinilai itu kita. Apakah yang kita niatkan dalam hati kita?, apakah yang kita lakukan untuk membantu mereka?.
Jiwa kita harus lebih besar dari kesulitan-kesulitan kita.
Yang dinilai dari kita adalah diri kita untuk tetap berharapan baik. Sebab Tuhan tidak akan memberikan kesulitan melebihi batas kemampuan hambanya, maka berharapan baik itu adalah melestarikan sifat Tuhan yang maha besar dan maha penyayang.
Apapun yang terjadi bagi kita, jadikanlah itu pemberitahuan untuk menjadi pribadi yang lebih kuat.
Sebuah Ilustrasi, sesungguhnya didalam hati kita ada dua ekor anjing, satu hitam dan satu putih. Anjing yang hitam adalah kecenderungan kita untuk malas, cenderung pada keraguan dan selalu mendengarkan pendapat orang yang tidak berpihak pada keberhasilan kita. Anjing yang putih adalah yang bersemangat, yang selalu mengingatkan akan do’a ibu, istri dan anak kita serta mengingatkan akan tujuan penciptaan Tuhan terhadap dirinya.
Kita akan jadi besar hanya sebesar dari anjing yang sering kita kasih makan. Kalau dihati kita itu Anjing yang hitam yang kita besarkan, kita rawat dan kita pelihara, maka potensi negatif kita lebih besar.
Maka berpihaklah kepada yang membesarkan, berilah makanan, berikanlah latihan pada penggunaan-penggunaan kebaikan, bergaulah dengan orang-orang baik, tontonlah tontonan yang baik, bacalah yang baik-baik, pikirkan yang baik-baik. Maka wajar sekali jika seseorang mendahulukan isi hatinya kebaikan, kebaikan akan menjadi miliknya.
Cara menangani pencegahan diri dari sesuatu yang penting adalah lebih tertarik kepada keberhasilan.
Jadi kalau kita melakukan sesuatu, kalau kita mau tahu nilainya, lihat berapa nilainya bagi kebesaran yang anda lakukan. Kalau begitu, bandingkan yang anda lakukan dengan yang ingin anda capai.
Seorang guru mengajarkan muridnya melihat dunia, melalui jendelanya.
Orang tua mengajarkan kepada anak-anaknya mengenai dunia melalui sudut pandangnya. Maka jika kita mau mengajarkan keindahan dunia kepada anak-anak, jadilah bukti terdekat dari keindahan dunia.
Jangan anda berbicara keindahan dunia kepada anak-anak, tetapi anda membentaknya, mengasarinya, kita tidak cepat memujinya kalau dia baik, tetapi cepat sekali menghukumnya kalau dia salah. Atau kita menggunakan kesalahan orang lain sebagai cara untuk memarahinya.
Kalu begitu jendela kecil yang ada di mata anak itu adalah mengambil dari jendela besar yang ada di mata ibunya. Jadilah bukti terdekat mengenai KEINDAHAN DUNIA.
Kehidupan ini dibagi menjadi dua Fase, Masa Lalu dan Masa Depan.
Keinginan kita adalah down payment, keinginan kita adalah uang muka bagi kebahagiaan dimasa depan.
Kalau masa lalu anda salah tidak ada yang anda bisa lakukan untuk memperbaikinya. Jadi kalau masa lalu itu salah,tidak boleh menjadikan kita terhalangi dari memulai sesuatu yang baru sekarang.
Masa lalu anda bukan potensi anda, potensi anda ada pada yang anda lakukan hari ini. Abaikan apa yang sudah terjadi, syukuri, sebab anda sampai disini karena semua kesalahan anda dimasa lalu. Lalu buktikan bahwa anda bersyukur, menggunakan apapun yang ada pada hari ini sebagai kekuatan anda. Itu sebabnya hari ini disebut hadiah.
Jangan lagi keluhkan yang terjadi dimasa lalu, syukuri kita masih diberkati waktu, untuk bersaudara, untuk berkeluarga, untuk berprofesi, serta menjadi pelayan bagi kebaikan orang lain.
Apapun yang terjadi, baik atau buruk, apabila dilihat dari sudut pandang yang baik, selalu menjadi kesempatan untuk mencapai perbaikan. Itu sebabnya kita tidak mungkin dimasukan kedalam suatu keadaan yang tidak memberikan jalan naik.
Jadi semua penurunan dan dibantingnya sesuatu adalah suatu cara untuk melentingnya naik.
Bola Bekel adalah bukti, bahwa sesuatu yang dibanting kalau bersikap LIAT, ia akan melenting kembali.
Telah banyak bukti orang menjadi orang yang lebih baik, setelah pencucian dengan api.
Jadi mungkin sediakan waktu untuk bersedih dalam penderitaan, sediakan peratapan yang kadang protes kepada Tuhan. Tetapi setelah pertemuan yang syahdu dengan Tuhan anda akan segera mengeti, bahwa yang terjadi setelah itu adalah tanggung jawab anda.
Semua orang yang dibanting berhak untuk kenaikan. Tetapi Tuhan tidak pernah melakukan kenaikan. Itu sebabnya tugas kita adalah melakukan sendiri, kenaikan kita.
Terkadang kalau dihitung, kita terlalu banyak berdo’a tetapi kurang bekerja, yang membuat jawaban dari do’a itu menjadi nyata.
Kenapa sebagian rejeki kita di taro di orang yang tidak kita sukai?, supaya kita menyelesaikan kwalitas, yang menjadikan kita tidak pantas bagi rejeki baik. Untuk itu ikhlaskan diri kita, begaul-lah dengan orang yang lebih luas, maka kita akan mendapatkan itu.
Salah satu yang melestarikan keburukan dunia adalah keyakinan yang meyakini keburukan dunia. yang kita yakini akan membuktikan dirinya benar.
Yang buruk tidak akan menjadi baik, hanya dengan meninggalkan yang buruk, menggantinya dengan yang baik, kita disebut baik.
Perang itu keliahatannya akan menyelesaikan perang, tetapi sebenarnya hanya akan melahirkan laskar-laskar baru yang lebih dendam.
Damai, hanya bisa dicapai melalui perdamaian.
Telah terbukti, negara2 besar hanya bisa menghentikan peperangan kalau dia pergi.
Apapun yang dikatakan oleh orang-orang besar yang mencegah terhentinya perang telah ikut berperang. Sehingga kalau ada bayi yang terbunuh, karena lambatnya perdamaian, maka yang melambatkan perdamaian ,telah ikut membunuh bayi itu.
Jadi kalau begitu, yakinlah pada kebaikan, berpihaklah pada kebaikan, jangan ragukan kebaikan, sebab itu adalah jalan yang menyebabkan kita mudah untuk mencapai kebaikan.
Yang kita bicarakan disini adalah Anti Perang, tetapi tidak anti membangun kekuatan. Tidak boleh suatu negara yang anti perang, lalau tidak membangun kekuatan, untuk mencegah orang lain untuk menyerangnya. Kekuatan itu adalah salah satu cara mencegah penistaan kita.
Kalau kekuatan pribadi apa?, janganlah mengkritik cara-cara orang dalam berbisnis kalau kita sendiri belum sejahtera, belum menggunakan cara-cara yang cerdas dalam berbisnis.
Ada yang mengkritik cara orang beriman, padahal dia telah menyalahi konsep pertama dalam menghormati Tuhan, untuk tidak menghujat Tuhan orang lain, karena itu akan menghasilkan hujatan kepada Tuhan-nya.
Jadi bagaimana kalau kita kembali kepada diri yang baik dulu, diri yang baik yaitu termasuk orang yang tegas.
Kehidupan itu dinilai dari kelas masalahnya. Kepemimpin yang baik menghasilkan kehidupan yang masalahnya berkelas. Jadi kalau begitu tumbuhkanlah anak-anak kita menjadi orang-orang yang cerdas.
Jadilah orang yang baik, agar orang yang tidak beriman mengerti indahnya iman. Kalau kita mengaku beriman, janganlah kita berlaku sama buruknya dengan orang yang tidak beriman.
Banyak orang tidak beriman, tetap tidak beriman karena dia tidak melihat perlunya beriman. Cukuplah berikan contoh dan tauladan untuk menarik simpati orang yang tidak beriman menjadi beriman.
Prinsip orang berperang, untuk “Untuk Satu Mataku, Satu Matamu” kalau ini diteruskan, dunia bisa menjadi tidak punya mata. Harus ada orang yang lebih besar dari rasa dendamnya untuk berhenti berperang. Kalau setiap orang ingin membalas, sudah dipastikan tidak akan berhenti peperangan itu.
Petarung yang sesungguhnya adalah orang yang bersedia mati untuk perangnya, dan itu tidak bisa anda kalahkan. Kalu orang berperang masih menggunakan jaket anti peluru, itu masih penakut. Tapi kalau orang yang mau mati untuk berperang, membalas dendamnya, dia tidak bisa dikalahkan.
Dan kita tidak ingin membangun ribuan orang dengan kesungguhan membalas seperti itu. Berehntilah, itu saja. Sudah cukup membuktikan bahwa PERANG itu tidak menyelesaikan PERANG.
Kalau kita melihat bahwa pemuliaan orang lain adalah jalan menuju pemuliaan kehidupan kita, maka kita melihat setiap jiwa yang kita temui sebagai cara untuk memuliakan diri sendiri.
Memang sulit, tidak untuk semua orang yang terlukai lalu memaafkan, tidak semua orang mampu melakukan itu. Oleh karena itu, yuk… kita alihkan kekhawatiran tentang kita selama ini. Percaya saja bahwa pada waktu mengalihkan itu kepada orang lain.
Bila anda khawatir, khawatirlah untuk kebaikan orang lain
Bila anda berpikir berpikirlah demi kebaikan orang lain,
Bila anda bekerja, bekerjalah untuk kebaikan orang lain.
Apabila anda gunakan semua kekuatan hati dan pikiran anda, dan semua otot yang ada dalam diri anda untuk kebaikan orang, anda akan lihat bagaimana anda dengan mudahnya berhak bagi kehidupan. Lalu perhatikan apa yang terjadi kalau anda berpihak kepada yang baik.
Itulah rangkuman yang bisa saya tulis dari materi Heal The World, apabila ada koreksi atau ada yang mau menambahkan, saya persilahkan.
Ps:
Jika ingin men-download audio Mario Teguh termasuk bahasan Heal The World dalam format mp3, silahkan masuk ke halaman Super Download , Disana juga anda bisa mendapatkan Songs For Gaza, We Will Not Go Down dari Michael Heart dan Tell Me Why Children Of Gaza dari Declan Galbraith, yang mau lihat langsung video Tell Me Why bisa langsung menuju kesini. Silahkan resapi dan rasakan dengan hati baik anda, dan lakukanlah sesuatu untuk mereka yang menjadi korban disana. Salurkan bantuan anda melalui lemabaga bantuan terpercaya seperti mer-c ataupun lembaga sejenis lainnya.






