Mario Teguh: An Army Of One
Sahabat Indonesia, Dalam kesempatan yang berbahagia ini ijinkanlah kami kembali menyampaikan resume acara Mario Teguh Golden Ways (MTGW) di MetroTV Edisi Ahad 1 Maret 2009 dengan topik “AN ARMY OF ONE” atau “BRIGADE SATU PRIBADI”. Tanpa ulasan panjang lebar lagi, berikut resume yang berhasil saya catat:
Untuk menjadi pribadi sendiri yang powerfull, upayakan kita tidak melihat tugas kita sebagai diberati oleh tuntutan orang lain, tetapi kita ingin membangun kemampuan pribadi yang mampu memikul beban dari sebanyak mungkin orang. Orang2 yang dicadangkan sebagai pemikul beban orang lain, akan dikuatkan dari sudut2 yang tidak diketahuinya.
Tidak harus kita menunggu kuat dulu sebelum berperang, atau kita harus lengkap dulu sebelum kita maju, majulah apa adanya. Dalam proses itu kita akan menemukan keajaiban2, dari pribadi yang ingin membangun kekuatan seperti sebuah brigade.
Seorang petarung sejati, tidak boleh dia tertangkap ketika dia tidak bersenjata. Tidak bersenjata bukan berarti kemana2 harus membawa senjata. Tetapi dia belajar untuk menggunakan apa yang ada dilingkungannya sebagai senjata.
Dalam peperangan sejati, anda dikatan menang pada detik pertama orang yang anda hadapi menyatakan YA. Orang2 yang berhasil,makmur dan berjaya dalam hidupnya adalah pribadi2 yang mudah mendapatkan persetujuan. Jadi senjatanya sangat sederhana, jadilah anda pribadi yang mudah untuk disayangi.
Kalau kita tahu tujuan kemenangan dalam hidup adalah YA, temukan semua yang ada dalam diri anda yang mengundang persetujuan orang. Dan semua itu selalu hal2 yang berpihak pada keuntungan orang lain.
Menyesali senjata yang dimiliki adalah awal dari kekalahan. Karena kehidupan itu berdiri hormat kepada orang yang menghormati dirinya, apapun senjata yang dimilikinya.
Kita harus ambil pelajaran dari keperwiraan dalam militer, “Semakin anda berkeringat dimasa damai, semakin sedikit anda berdarah dimasa perang”. Banyak orang mempersiapkan segala sesuatunya, beberapa saat sebelum segalanya dimuali. Persiapkanlah kedamaian ini sebagai masa persiapan untuk berperang. Orang2 yang persiapannya lebih besar dari tuntutannya, akan hidup dengan anggun dalam kedamaian.
Banyak orang tidak mengerti bahwa semua urusan bebannya sebanding. Urusan besar dan urusan kecil bebannya pasti sebanding. Bukan karena perbedaan ukuran bebannya, tetapi karena orang yang diberikan beban besar adalah orang besar. Masalah kecil juga akan terasa berat bagi orang kecil. Jadi kalau semua urusan itu sebanding, jangan berfokus kepada urusan yang menjadikan anda kecil.
Jadi atap dari semua pengabdian itu adalah atasannya. Itu sebabnya kalau anda mencadangkan kebesaran bagi diri sendiri, abdikanlah diri anda kepada atasan yang kalibernya besar.
Cara meningkatkan kelas adalah dengan meningkatkan orang yang mempercayai kita. Mengabdilah pada sebesar-besarnya atasan.
Semua senjata yang makan tuan adalah senjata biasa yang diperlakukan dengan sikap tidak baik. Apapun yang berangkatnya melingkar kembalinya melingkar. Panahkan sesuatu yang bengkok, kalau tolakannya cukup kuat, ia akan kembali ke punggung kita.
Semua senjata menjadi senjata makan tuan karena buruknya sikap. Jangan gunakan senjata dengan sikap dan cara2 yang kemudian itu bisa mengena pada diri sendiri.
Peperangan dimenangkan bukan karena samanya senjata, melainkan dengan beragamnya senjata bagi beragamnya keperluan.
Tukang kayu yang alatnya hanya palu, akan memperlakukan segala sesuatu seperti paku. Orang yang bacaannya hanya satu buku, dia akan sempit dalam menyikapi permasalahan yang ada.
Jadilah pribadi yang ber-alat lengkap karena kehidupan ini menggunakan orang yang siap. Rencana Tuhan tidak akan diberikan kepada orang yang belum siap, atau kalau belum siap tidak mempersiapkan dirinya dengan segera. Jadilah pribadi selengkap mungkin lalu berbicaralah ke langit “Tuhan gunakanlah aku sebagai sebaik-baiknya alat bagimu”
Jangan robohkan pagar, kalau anda tidak mengerti mengapa pagar itu didirikan. Kebaikan adalah sesuatu yang dibuat ribuan tahun yang lalu, dan tugasnya adalah memisahkan keburukan dari kebaikan. Orang2 yang tanpa mengerti merobohkan pagar2 kebaikan, telah mengizinkan keburukan masuk dalam hidupnya.
Mana mungkin hati kita damai, kalau porsi2 yang harusnya diisi kebaikan itu diisi dengan keburukan. Sebetulnya kita sangat bebas saat kita teratur. Cobalah mencuri, lalu anda akan rasakan ketidak bebasan. Cobalah bicara dengan lantang dalam kemarahan, kalau segera anda terbata2 dalam permintaan maaf. Kebaikan itu ada tujuannya, hanya karena kita belum mengerti, tidak berarti kebaikan itu tidak perlu.
Harus ada satu dosis kepercayaan dalam diri. Tidak boleh kita mempertanyakan segala sesuatu tanpa sedikitpun menyisakan untuk percaya. Kalau anda mampu untuk makan di restoran tanpa mempertanyakan si pelayan sudah cuci tangan atau belum, harusnya anda mampu untuk ikhlas menerima kebaikan, yang sudah dituntunkan ribuan tahun yang lalu.
Orang yang tidak setuju dengan kita belum berarti mereka tidak setuju, mungkin saja perlu waktu, atau mungkin saja cara2 kita-nya belum santun. Janganlah anda menganggap penolakan sekarang sebagai final, terus majulah, dan izinkanlah anda masuk ke pusat penyucian.
Orang yang mendekati kebaikan, pasti disucikan, tidak mungkin anda dizinkan mendekati Tuhan dalam keadaan kotor. Itu sebabnya perjalanan akan terasa berat, karena dicuci, disikat, disemprot, kadang diperas. Itu sebabnya yang menyebabkan perjalanan menuju penyucian itu tidaklah mudah. Semakin anda merasakan sikat2 itu, seharusnya anda menjadi lebih bahagia, karena kita semakin mendekati Tuhan.
Seorang yang cerdik akan berlaku hati2 dihadapan banyak orang, tetapi seorang yang yang bijak akan berhati2 justru saat sedang sendiri.
Ukuran keperwiraan kita, akan dinilai saat kita melakukan sesuatu ketika sedang tidak ada orang. Maka pastikanlah anda berhati2 saat anda sendiri, untuk melatih kehebatan anda, saat anda dihadapan banyak orang.
Mengetahui apa yang harus dikerjakan, dan betul2 mengerjakannya, tidak mudah dilakukan semua orang. Hanya orang yang hebat dan setia pada kebesaran hidupnya, yang segera setelah mengetahui apa yang harus dilakukannya, dia akan melakukannya.
Sebagian besar penyesalan hidup adalah kita tidak melakukan yang seharusnya dilakukan. Dan penyia-nyiaan hidup adalah melakukan yang seharusnya tidak dilakukan.
Apabila anda ingin berdamai dengan diri sendiri, jadilah pribadi yang dihormati oleh diri sendiri. Sehingga nasihatnya segera didengar dan ditindak lanjuti.
Cara terbaik untuk menghancurkan musuh adalah menjadikannya sahabat. Dan perlu diingat bermusuhan itu syaratnya harus dua orang. Kalau salah satunya bersikap lunak, maka tidak akan ada permusuhan.
Perlu diperhatikan pula tidak ada orang 100% benar. dan tidak ada orang 100% salah. Kalau anda perwira yang besar, anda ambil semua tanggung jawab itu pada diri anda, sehingga anda menjadi pribadi yang pantas disahabati, bahkan oleh musuh anda.
Penekanan kita terhadap Result Oriented telah berlebihan. Kehidupan itu keberhasilannya bukan sampainya, tetapi proses perjalanannya. Sehingga yang disebut kebahagiaan, bukan akhir dari perjalanan, tapi kualitas dari perjalanan anda.
Keseharian anda itu dinilai dari prosesnya bukan hasilnya. Bukankah Tuhan memuliakan kita bukan dari yang kita miliki, tapi dari yang kita lakukan?.
Kalau yang dilihat oleh dunia adalah meilihat dari kualitas proses anda, maka tampil-lah dan mulailah semua keindahan proses anda, dari keindahan pribadi anda.
Kita hanya bisa secemerlang sinar yang bisa kita izinkan masuk. Karena kita tidak memeiliki sumber sinar, maka kita mengizinkan sinar masuk, untuk berpendar dan menjadikan diri kita baik.
Dalam memiliki, kita harus memiliki yang tepat, dan melepaskan juga harus melepaskan yang tepat. Sedikit saja kita keluar dari jalur kebaikan, sudah terkurangkan kualitas kehidupan kita. Tapi begitu kita kembali lagi kepada yang baik, akan terasa lebih damai.
Tegaslah untuk memiliki yang baik bagi orang lain, untuk menghilangkan yang membaikan diri kita bagi orang lain. Bukankah sebaik-baiknya manusia, adalah manusia yang berguna bagi orang lain?.
Pribadi itu dilihat dari besar halangannya. Perhatikan yang menghalangi anda, karena itu pemberitahuan tentang ukuran anda.
Kekalahan adalah konsekuensi logis dari upaya untuk mencapai kemenangan. Pribadi pemenang melakukan apapun, tanpa kekhawatiran tentang kekalahan. Karana dia pribadi yang adil, apabila dia menginginkan kemenangan, diapun harus bersedia menerima kekalahan.
Pribadi pemenang akan menjadi pribadi yang ikhlas sekali. Karena penggunaan senjata apapun menjadi turun kualitasnya, di tangan seorang yang tegang. Dan anda hanya bisa tegang, jika kekalahan itu menakutkan anda.
Tetapi jika kekalahan itu dikalahkan oleh ketertarikan untuk anda menang, maka kedamaian anda menjadi tangan yang sangat steady untuk memegang senjata, yang menjadi penghantar bagi kemenangan anda.
Logislah kepada kemungkinan anda untuk menang, dan ramahlah kepada kemungkinan anda untuk kalah, karena itu satu2 nya cara untuk menjadi pribadi pemenang.
Seorang perwira akan memutuskan apapun walaupun itu tidak populer. Bisa saja hal itu tidak disetujui, asal tujuannya untuk kebaikan yang dipimpinnya. Dia tahu keputusannya baik, apabila itu mendatangkan kebaikan. Soal penolakan anak buah adalah masalah penjelasan.
Seorang pemimpin harus sangat yakin mengenai nilai dari keputusannya. Karena pemimpin adalah tugasnya memutuskan, dan itu tidak bisa diwakilkan. Maka putuskanlah untuk kebaikan.
Kekalahan yang dipersiapkan adalah persiapan untuk menang berikutnya.
Kesimpulan:
Untuk jadi pemenang kita tidak harus mengalahkan orang, justru kemenangan yang utuh adalah keberhasilan dalam memenangkan orang lain.
Anjuran:
Berlakulah damai, dan rayakanlah upaya orang lain untuk mencapai kemenangan. Lalu perhatikan apa yang terjadi.
Demikianlah resume “AN ARMY OF ONE” atau “BRIGADE SATU PRIBADI”. Jika sekiranya didapati kekurangan, sudilah kiranya para sahabat meluangkan waktu menambahkan untuk mengoreksi serta menyempurnakannya.
Bagi sahabat yang ingin mendengarkan rekaman audio mp3 dari nasihat-nasihat Pak Mario Teguh, sobat bisa mendapatkannya di halaman Super Download gratis.







March 2nd, 2009 at 10:14 am
Oke. Good. Cuma kurang to the point. itu saja. tidak kurang. tidak lebih.
[Reply]
March 2nd, 2009 at 11:36 am
Terimakasih mas masukannya, kedepan, postingannya akan lebih kami padatkan lagi.
salam
[Reply]