Keutamaan Bulan Dzul-Hijjah
Tidak terasa waktu bergulir, bagi kaum muslimin hari ini telah memasuki hari ke-3 dari salah satu bulan yang terbilang istimewa, yaitu bulan Dzul-hijjah. Bulan Dzul-hijjah memiliki keutamaan dibanding bulan-bulan yang lain. Pada bulan ini Allah Swt turunkan ayat yang menyatakan Allah Swt telah menyempurnakan Islam. Firman-Nya, “…Pada hari ini telah Aku sempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni’mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu…,” (QS:Al-Maidah [5]:3).
Keutamaan lain yang dimiliki bulan Dzul-hijjah adalah hari Arafah. Hari Arafah adalah hari ke-9 dari bulan dzulhijjah. Tahun ini kalau tidak ada perubahan dari pemerintah, Insya Allah akan jatuh pada hari Kamis, 26 November 2009.
Sebuah hadits mengabarkan bahwa orang yang berpuasa pada hari Arafah akan diampuni Allah Swt dosa-dosanya, setahun sebelumnya dan sesudahnya. Sabda lain Rasulallah Saw, “Puasa Arafah, saya mengharapkan kepada Allah Swt agar mengampuni dosa setahun sebelumnya dan setahun sesudahnya…” (HR Muslim).
Dalam hadits lain disebutkan bahwa ibadah pada sepuluh hari di bulan Dzul-hijjah lebih mulia daripada jihad fii sabilillah. Sabda Rasulallah Saw, “Tidak ada hari-hari untuk beramal shaleh, didalamnya yang lebih dicintai oleh Allah Swt, melebihi daripada sepuluh hari ini. Para sahabat bertanya, ‘Wahai rasulallah, tidak pula jihad fii sabilillah?, Rasulallah Saw menjawab, ‘Tidak pula jihad fii sabilillah. Keculai seorang lelaki yang keluar jiwa dan hartanya (untuk berperang), dan ia tidak kembali membawa sesuatu apapun,” (HR Bukhari). Maksud dari hadits ini adalah sepuluh hari pada awal bulan Dzul-hijjah.
Pada bulan ini umat Islam diwajibkan untuk menunaikan ibadah haji bagi yang mampu melakukannya. Firman Allah Swt, “…Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yang (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke baitullah; Barang siapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam,” (QS Ali ‘Imran [3]: 97).
Bagi umat Islam yang tidak mampu melaksanakan Ibadah haji, entah disebabkan karena ketidakmampuan ekonomi, maupun kesehatan, atau karena sebab lainnya, dianjurkan untuk melaksanakan puasa sunnah Arafah.
Pada bulan ini umat islam juga disunnahkan untuk berpuasa sembilan hari. Hal ini berdasarkan pada sebuah hadits yang diriwayatkan oleh an-Nasa’i dan Abu Dawud. Dalam hadits ini disebutkan bahwa Rasulallah Saw berpuasa sembilan hari pada Bulan Dzulhijjah. Selain itu pada bulan ini, umat Islam yang diberi kelebihan rizki oleh Allah Swt dianjurkan untuk melakukan ibadah kurban. Wallahu a’lam bis shawab.





