salamsuper[dot]com » Super Hikmah http://salamsuper.com The Power Of Inspiration Tue, 23 Aug 2011 07:30:21 +0000 http://wordpress.org/?v=2.9.2 en hourly 1 http://salamsuper.com http://salamsuper.com/wp-content/cbnet-favicon/favSal1.bmpsalamsuper[dot]com Renungan Akhir Tahunhttp://salamsuper.com/renungan-akhir-tahun/ http://salamsuper.com/renungan-akhir-tahun/#comments Fri, 24 Dec 2010 00:02:05 +0000 admin http://salamsuper.com/?p=1654 Renungan Akhir Tahun is a post from: salamsuper[dot]com

]]>
Kurang dari sepekan lagi 2010 akan meninggalakan kita semua.
Ada banyak hal yang harus kita evaluasi mengenai pencapaian target2 kita di tahun ini.

Bagi yang targetnya tercapai; Alhamdulillah saatnya menyusun target baru di tahun depan.

Bagi yang targetnya belum tercapai; saatnya evaluasi diri, supaya target berikutnya tidak meleset.

Mudah2an sedikit renungan ini bisa menambah semangat baru, untuk menyongsong target baru di Tahun Baru. :-)

Semoga berkenan.

Jangan menunggu bahagia, baru tersenyum.
Tapi tersenyumlah, maka kamu kian bahagia

Jangan menunggu kaya, baru mau beramal.
Tapi beramal lah, maka kamu semakin kaya

Jangan menunggu termotivasi, baru bergerak.
Tapi bergeraklah, maka kamu akan termotivasi

Jangan menunggu dipedulikan orang baru anda peduli,
Tapi pedulilah dengan orang lain! maka anda pasti akan dipedulikan…

Jangan menunggu orang memahami kamu, baru kita memahami dia.
Tapi pahamilah orang itu, maka orang itu paham dengan kamu

Jangan menunggu terinspirasi, baru menulis.
Tapi menulislah, maka inspirasi akan hadir dalam tulisanmu

Jangan menunggu proyek, baru bekerja.
Tapi berkerjalah, maka proyek akan menunggumu

Jangan menunggu dicintai, baru mencintai.
Tapi belajarlah mencintai, maka anda akan dicintai

Jangan menunggu banyak uang, baru hidup tenang.
Tapi hiduplah dengan tenang, maka bukan hanya sekadar uang yang datang, tapi damai sejahtera.

Jangan menunggu contoh, baru bergerak mengikuti.
Tapi bergeraklah, maka kamu akan menjadi contoh yang diikuti

Jangan menunggu sukses, baru bersyukur.
Tapi bersyukurlah, maka bertambah kesuksesanmu

Jangan menunggu bisa, baru melakukan.
Tapi lakukanlah! Kamu pasti bisa!

Para Pecundang selalu menunggu Bukti dan Para Pemenang Selalu Menjadi Bukti

Seribu kata akan dikalahkan Satu Aksi Nyata!

Semoga 2011 menjadi awal yang baik bagi pencapaian target2 kita.

Tetap Semangat !

Renungan Akhir Tahun is a post from: salamsuper[dot]com

]]>
http://salamsuper.com/renungan-akhir-tahun/feed/ 0
Kemuliaan Bulan Muharramhttp://salamsuper.com/kemuliaan-bulan-muharram/ http://salamsuper.com/kemuliaan-bulan-muharram/#comments Mon, 06 Dec 2010 16:23:02 +0000 admin http://salamsuper.com/?p=1641 Kemuliaan Bulan Muharram is a post from: salamsuper[dot]com

]]>
Sahabat sekalian, sekarang kita berada di Bulan Muharram, yaitu bulan pertama dalam kalender Hijriah. Bulan ini termasuk salah satu dari empat bulan haram (suci), sebagai mana yang difirmankan oleh Allah:
“Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram”. (At-Taubah: 36).

Semua ahli tafsir sepakat bahwa empat bulan yang tersebut dalam ayat di atas adalah Zulqa’dah, Zul-Hijjah, Muharam dan Rajab.

Ketika haji wada’ Rasulallah bersabda:

Dari Abi Bakrah RA bahwa Nabi SAW bersabda: “Setahun ada dua belas bulan, empat darinya adalah bulan suci. Tiga darinya berturut-turut; Zulqa’dah, Zul-Hijjah, Muharam dan Rajab”. (HR. Imam Bukhari, Muslim, Abu Daud dan Ahmad).

Dalam hadist di atas Nabi SAW hanya menyebut nama empat bulan, dan ini bukan berarti selain dari nama bulan yang disebut di atas tidak suci, karena bulan Ramadhan tidak disebutkan dalam hadist diatas. Dan kita semua tahu bahwa bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh dengan kesucian, ada Lailatul Qadar, juga dinamakan dengan bulan rahmat, maghfirah dan pembebasan dari api neraka.

Ibnu Rajab al-Hambali ( 736 – 795 H ) mengatakan, Muharam disebut dengan syahrullah (bulan Allah) karena memiliki dua hikmah. Pertama, untuk menunjukkan keutamaan dan kemuliaan bulan Muharam. Kedua, untuk menunjukkan otoritas Allah SWT dalam mensucikankan bulan Muharam.

Bulan Muharram mempunyai karakteristik tersendiri, dan diantara
karakteristik bulan Muharram adalah:

Karakteristik Pertama: Semangat Hijrah
Setiap memasuki tahun baru Islam, kita hendaknya memiliki semangat baru untuk merancang dan melaksanakan hidup ini secara lebih baik. Kita seharusnya merenung kembali hikmah yang terkandung di balik peristiwa hijrah yang dijadikan momentum awal perhitungan Tahun Hijriyah.

Tahun hijriyah mulai diberlakukan pada masa Khalifah Umar bin Khattab. Sistem penanggalan Islam itu tidak mengambil nama ‘Tahun Muhammad’ atau ‘Tahun Umar’. Artinya, tidak mengandung unsur pemujaan seseorang atau penonjolan personifikasi, tidak seperti sistem penanggalan Tahun Masehi yang diambil dari gelar Nabi Isa, Al-Masih (Arab) atau Messiah (Ibrani).

Tidak juga seperti sistem penanggalan Bangsa Jepang, Tahun Samura, yang
mengandung unsur pemujaan terhadap Amaterasu O Mi Kami (dewa matahari) yang diproklamasikan berlakunya untuk mengabadikan kaisar pertama yang dianggap keturunan Dewa Matahari, yakni Jimmu Tenno (naik tahta tanggal 11 pebruari 660 M yang dijadikan awal perhitungan Tahun Samura) Atau penangalan Tahun Saka bagi suku Jawa yang berasal dari Raja Aji Saka.

Penetapan nama Tahun Hijriyah (al-Sanah al-Hijriyah) merupakan kebijaksanaan Khalifah Umar. Seandainya ia berambisi untuk mengabadikan namanya dengan menamakan penanggalan itu dengan Tahun Umar sangatlah mudah baginya melakukan itu. Umar tidak mementingkan keharuman namanya ataumembanggakan dirinya sebagai pencetus ide sistem penanggalaan Islam itu.

Ia malah menjadikan penanggalan itu sebagai zaman baru pengembangan Islam, karena penanggalan itu mengandung makna spiritual dan nilai historis yang amat tinggi harganya bagi agama dan umat Islam.

Selain Umar, orang yang berjasa dalam penanggalan Tahun Hijriyah adalah Ali bin Abi Thalib. Beliaulah yang mencetuskan pemikiran agar penanggalan Islam dimulai penghitungannya dari peristiwa hijrah, saat umat Islam meninggalkan Makkah menuju Yatsrib (Madinah).

Dalam sejarah hijrah nabi dari Makkah ke madinah terlihat jalinan ukhuwah kaum Ansor dan Muhajirin yang melahirkan integrasi umat Islam yang  angat kokoh. Kaum Muhajirin-Anshar membuktikan, ukhuwah Islamiyah bisa membawa umat Islam jaya dan disegani.

Bisa dimengerti, jika umat Islam dewasa ini tidak disegani musuh-musuhnya, menjadi umat yang tertindas, serta menjadi bahan permainan umat lain, antara lain akibat jalinan ukhuwah Islamiyah yang tidak seerat kaum Mujahirin-Anshar.

Dari situlah mengapa konsep dan hikmah hijrah perlu dikaji ulang dan diamalkan oleh umat Islam. Setiap pergantian waktu, hari demi hari hingga tahun demi tahun, biasanya memunculkan harapan baru akan keadaan yang
lebih baik.

Islam mengajarkan, hari-hari yang kita lalui hendaknya selalu lebih baik dari hari-hari sebelumnya. Dengan kata lain, setiap Muslim dituntut untuk menjadi lebih baik dari hari ke hari.

Hadis Rasulullah yang sangat populer menyatakan, ‘‘Barangsiapa yang hari
ini lebih baik dari kemarin, adalah orang yang beruntung”. Bila hari ini sama dengan kemarin, berarti orang merugi, dan jika hari ini lebih jelek dari kemarin, adalah orang celaka.”

Oleh karena itu, sesuai dengan firman Allah:

”Hendaklah setiap diri memperhatikan (melakukan introspeksi) tentang apa-apa yang telah diperbuatnya untuk menghadapi hari esok (alam akhirat) dan bertakwalah, sesungguhnya Allah maha tahu dengan apa yang kamu perbuatkan”. (QS. Al-Hasyar: 18).

Karakteristik Kedua: Di sunnahkan berpuasa
Pada zaman Rasulullah, orang Yahudi juga mengerjakan puasa pada hari
‘asyuura. Mereka mewarisi hal itu dari Nabi Musa AS.

Dari Ibnu Abbas RA, ketika Rasulullah SAW tiba di Madinah, beliau melihat orang-orang Yahudi berpuasa. Rasulullah SAW bertanya, “Hari apa ini? Mengapa kalian berpuasa?” Mereka menjawab, “Ini hari yang agung, hari ketika Allah menyelamatkan Musa dan kaumnya serta menenggelamkan Fir’aun. Maka Musa berpuasa sebagai tanda syukur, maka kami pun berpuasa. “Rasulullah SAW bersabda, “Kami orang Islam lebih berhak dan lebih utama untuk menghormati Nabi Musa daripada kalian.” (HR. Abu Daud).

Puasa Muharram merupakan puasa yang paling utama setelah puasa ramadhan.
Rasululllah SAW bersabda:

Dari Abu Hurairah RA, Rasululllah SAW bersabda: “Sebaik-baik puasa setelah puasa ramadhan adalah puasa dibulan muharram, dan sebaik-baik
shalat setelah shalat fardhu adalah shalat malam”.
(HR. Muslim, Abu Daud, Tarmizi, dan Nasa’ ).

Puasa pada bulan Muharam yang sangat dianjurkan adalah pada hari yang
kesepuluh, yaitu yang lebih dikenal dengan istilah ‘asyuura.

Aisyah RA pernah ditanya tentang puasa ‘asyuura, ia menjawab, “Aku tidak
pernah melihat Rasulullah SAW puasa pada suatu hari yang beliau betul-betul mengharapkan fadilah pada hari itu atas hari-hari lainnya, kecuali puasa pada hari kesepuluh Muharam.”
(HR Muslim).

Dalam hadits lain Nabi juga menjelaskan bahwa puasa pada hari ‘asyura (10 Muharram) bisa menghapuskan dosa-dosa setahun yang telah lewat.ו

Dari Abu Qatadah RA, Rasululllah SAW ditanya tentang puasa hari ‘asyura, beliau bersabda: ”Saya berharap ia bisa menghapuskan dosa-dosa satu tahun yang telah lewat” (HR. Muslim).

Disamping itu disunnahkan untuk berpuasa sehari sebelum ‘Asyura yaitu puasa Tasu’a pada tanggal 9 Muharram, sebagaimana sabda Nabi SAW yang termasuk dalam golongan sunnah hammiyah (sunnah yang berupa keinginan/cita2 Nabi tetapi beliau sendiri belum sempat melakukannya):

Ibnu Abbas RA menyebutkan, Rasulullah SAW melakukan puasa ‘asyuura dan
beliau memerintahkan para sahabat untuk berpuasa. Para sahabat berkata, “Ini adalah hari yang dimuliakan orang Yahudi dan Nasrani. Maka Rasulullah
saw. bersabda, “Tahun depan insya Allah kita juga akan berpuasa pada tanggal sembilan Muharam.” Namun, pada tahun berikutnya Rasulullah telah wafat. (HR Muslim, Abu Daud).

Berdasar pada hadis ini, disunahkan bagi umat Islam untuk juga berpuasa pada tanggal sembilan Muharam. Sebagian ulama mengatakan, sebaiknya puasa selama tiga hari: 9, 10, 11 Muharam.

Ibnu Abbas r.a. berkata, Rasulullah saw. bersabda, “Puasalah pada hari ‘asyuura dan berbedalah dengan orang Yahudi. Puasalah sehari sebelum
‘asyuura dan sehari sesudahnya.”
(HR Ahmad).

Ibnu Sirrin berkata: melaksanakan hal ini dengan alasan kehati-hatian. Karena, boleh jadi manusia salah dalam menetapkan masuknya satu Muharam.

Boleh jadi yang kita kira tanggal sembilan, namun sebenarnya sudah tanggal
sepuluh. (Majmuu’ Syarhul Muhadzdzab VI/406) .

Mudah-mudahan dengan masuknya awal tahun baru hijriyah ini, kita bisamerancang hidup kita kedepan agar lebih baik dan bermanfaat bagi umat
manusia, yakni mengubah perilaku buruk menjadi baik, melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya, Amin. (PV)

Selamat Tahun Baru 1432 H.

Kemuliaan Bulan Muharram is a post from: salamsuper[dot]com

]]>
http://salamsuper.com/kemuliaan-bulan-muharram/feed/ 0
Keutamaan Bulan Dzul Hijjahhttp://salamsuper.com/keutamaan-bulan-dzul-hijjah-2/ http://salamsuper.com/keutamaan-bulan-dzul-hijjah-2/#comments Fri, 12 Nov 2010 03:24:49 +0000 admin http://salamsuper.com/?p=1631 Keutamaan Bulan Dzul Hijjah is a post from: salamsuper[dot]com

]]>
Allah s.w.t. berfirman:

Dan (ingat juga) ketika Tuhanmu memaklumkan” sesungguhnya jika kamu
bersyukur, pasti kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu
mengingkari (nikmat-Ku) maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”

Shalawat dan salam marilah kita sanjungkan kepada junjungan kita Nabi
Muhammad Saw dan keluarga, sahabat-sahabat serta para pengikutnya.

Hari-hari ini kita telah memasuki bulan yang mulia yaitu bulan Dzul
hijjah. Di mana pada bulan ini Allah Swt memberikan karunia bagi
hambaNya untuk memberbanyak amal shaleh.Telah banyak dalil tentang
keutamaan sepuluh hari pertama di bulan Dzulhijjah ini, baik dari Kitab
maupun Sunnah. Diantara amalan yang di anjurkan dalam hari-hari ini
adalah:

1.Shalat
Disunnahkan bersegera mengerjakan shalat fardhu dan memperbanyak
shalat-shalat sunnah, karena semua itu merupakan ibadah yang paling
utama.

2.Shoum(Puasa)
Karena dia termasuk perbuatan amal shaleh. Dari Hunaidah bin Kholid dari
istrinya dari sebagian istri-istri Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam,
dia berkata: “Adalah Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam berpuasa pada
tanggal sembilan Dzul Hijjah, sepuluh Muharram dan tiga hari setiap bulan”

(Riwayat Imam Ahmad, Abu Daud dan Nasa’i).

3.Takbir, Tahlil dan Tahmid
Dari Ibnu Umar radiallahuanhu dia berkata: Rasulullah bersabda: “Tidak ada
hari-hari yang lebih besar di sisi Allah Ta’ala dan tidak ada amal perbuatan yang lebih dicintai selain pada sepuluh hari itu. Maka perbanyaklah pada hari-hari tersebut Tahlil, Takbir dan Tahmid”
(Riwayat Tabrani dalam Mu’jam Al Kabir)

4.Puasa hari Arafah
Puasa Arafah sangat dianjurkan bagi mereka yang tidak pergi haji,
sebagaimana riwayat dari Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam bahwa
beliau berkata tentang puasa Arafah (yang artinya): “Saya berharap kepada
Allah agar dihapuskan (dosa) setahun sebelumnya dan setahun sesudahnya”
(Riwayat Muslim).

5.Berkurban pada tanggal 10 Dzulhijjah dan hari Tasyrieq
Berkurban merupakan ibadah yang di syariatkan dalam agama Islam, sebagai
ibadah untuk mendekatkan diri bagi seorang hamba kepada Allah Swt. FirmanAllah Swt dalam surat Al Kautsar ayat 1-3:
“Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak(1) Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkorbanlah( 2)sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus” (QS:Al Kautsar[108] :1-3)

Setiap hamba akan menemui ujian pengorbanan sesuai dengan bobot dan kadar keimanannya. Kita selalu dalam saringan dan ujian Allah Swt. Babak-babak penyaringan itu akan terus dan berjalan melalui peristiwa demi peristiwa.

Semua itu pada hakikatnya Allah Swt hendak menguji kualitas keimanan
setiap hambaNya. Apakah termasuk kualitas keimanan sungguhan apa tidak,
manakah yang lebih dominan antara iman dan rasa eman.

Firman Allah Swt:
“Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menguji kamu agar Kami mengetahui orang-orang yang berjihad dan bersabar di antara kamu”(QS:
Muhammad[47] :31)

Ibadah kurban hukumnya adalah sunnah muakadah (sangat dianjurkan) bagi
mereka yang mampu secara materi. Ini seperti dijelaskan oleh Rasulullah
Saw, “Barang siapa memiliki kelapangan rizki (keuangan), lalu ia tidak
berkurban, maka janganlah ia datang ke tempat shalat kami,”
(HR.Ahmad) .

Maka bagi kaum muslimin yang telah mampu atau kuasa menyembelih hewan
kurban, hendaklah melaksanakannya tanpa ragu-ragu sebagai usaha untuk
mendekatkan diri kepada Allah Swt.

Perintah melaksanakan ibadah kurban mempunyai beberapa keutamaan,
diantaranya sebagai berikut:

Pertama: Pengampunan dari Allah Swt. Rasulullah Saw telah bersabda kepada anaknya, Fatimah, ketika beliau ingin menyembelih hewan qurban.”Ya Fatimah, berdirilah dan saksikan hewan sembelihanmu itu. Sesungguhnya kamu diampuni pada saat awal tetesan darah itu dari dosa-dosa yang kamu lakukan. Dan bacalah : Sesungguhnya shalatku, sembelihanku, hidupku dan matiku hanya untuk Allah Swt, Rabb alam semesta (HR. Abu Daud dan At-Tirmizi)

Kedua: Mengharap keridhaan dari Allah Swt. Allah Swt telah berfirman:
“Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai
(keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya”
(QS:Al Hajj[22]:37)

Ketiga: Ibadah kurban merupakan amalan yang paling dicintai Allah pada
hari Raya Idul Adha. “Tidak ada suatu amalan yang paling dicintai Allah
dari bani Adam ketika hari raya Idul Adha selain menyembelih hewan
kurban”.
(HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, dan hakim)

Keempat: Hewan kurban sebagai saksi di hari kiamat. “Sesungguhnya hewan kurban itu akan datang pada hari kiamat (sebagai saksi) dengan tanduk, bulu, dan kukunya. Dan sesungguhnya darah hewan kurban telah terletak disuatu tempat disisi Allah sebelum mengalir ditanah. Karena itu,
bahagiakan dirimu dengannya.”
(HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, dan hakim)

Kelima: Mendapatkan pahala yang besar. Pahala yang amat besar, yakni
diumpamakan seperti banyaknya bulu dari binatang yang disembelih, ini
merupakan penggambaran saja tentang betapa besarnya pahala itu, hal ini
dinyatakan oleh Rasulullah SAW. “Pada tiap-tiap lembar bulunya itu kita
memperoleh satu kebaikan”.
(HR. Ahmad dan Ibnu Majah)

Idul Adha bukanlah hari raya biasa. Untuk merayakannya tidak sekedar
bertakbir, tahlil, tahmid serta bertasbih. Yang dilanjutkan dengan shalat
ied dan menyembelih hewan kurban. Tapi lebih dari itu, idul adha melalui
syariat kurban mengingatkan kita untuk merenung, berpijak , dari
keagunanan sejarah yang melatar belakanginya tentang pengorbanan
Nabiyallah Ibrahim dan putra tercinta Ismail, anak yang sangat disayangi
dan menjadi buah hati selama ini ternyata harus di sembelih sebagai
perintah Allah Swt. (PV)

Keutamaan Bulan Dzul Hijjah is a post from: salamsuper[dot]com

]]>
http://salamsuper.com/keutamaan-bulan-dzul-hijjah-2/feed/ 0
Sikap Kita Terhadap Bancanahttp://salamsuper.com/sikap-kita-terhadap-bancana/ http://salamsuper.com/sikap-kita-terhadap-bancana/#comments Fri, 29 Oct 2010 01:20:32 +0000 admin http://salamsuper.com/?p=1616 Sikap Kita Terhadap Bancana is a post from: salamsuper[dot]com

]]>
Baru baru ini, saudara-saudara kita di Kepulauan Mentawai Sumatera Barat dilanda musibah bencana alam yang maha dasyat berupa tsunami yang bersamaan dengan meletusnya gunung merapi di DIY dan sekitarnya; musibah ini menyusul rentetan musibah besar yang dialami bangsa Indonesia setelah tsunami di Aceh, gempa di Nias, gempa di DIY, tsunami di Pangandaran, gempa di Padang dan rentetan musibah lainnya.

Manusia di muka bumi ini adalah khalififah, yang diberi kemampuan oleh Allah untuk mengelola, merawat dan mendaya gunakan dengan sebaik-baiknya, apabila manusia sebagai khalifah tak mampu mengelolanya dengan baik maka akan munculah musibah-musibah dari hukum alam ini yang susah sekali untuk mengelakkannya.

Sekedar contoh apabila manusia membabat habis hutan maka yang terjadi adalah banjir besar yang bisa meluluh lantakan orang yang tak bersalah sekalipun.

Namun disana terdapat juga musibah yang tidak disebabkan oleh ulah manusia dalam mengelola bumi, Angin yang  tadinya mendistribusi awan (QS al-Baqarah/2:164) dan menyebabkan penyerbukan dalam dunia tumbuh-tumbuhan (Q.S. al-Kahfi/18:45), tiba-tiba tampil begitu ganas memorak-porandakan segala sesuatu yang dilalewatinya (QS Fushshilat/41:16).

Gunung-gunung yang tadinya sebagai pasak bumi (QS al-Naba’/78:7), tiba-tiba memuntahkan debu, lahar panas, dan gas beracun (QS al-Mursalat/77:10) atau yang baru saja menimpa saudara-saudara kita di Kepulauan Mentawa Sumbar ketika lempengan-lempengan bumi bergeser maka terjadilah gempa yang tidak terduga, dan mengakibatkan tsunami.

Bencana seperti ini adalah merupakan ujian bagi kita semua, karena musibah ini telah menimpa tidak saja bagi orang yang berdosa tapi juga bagi orang yang beriman. Mereka menanggung penderitaan yang sama, marilah kita
menghindarkan anggapan bahwa ini merupakan azab atas dosa-dosa yang diperbuat oleh para korban sendiri.

Disaat kita menganggap ini azab, maka bagi korban yang menderita akan mendapatkan kesusahan dua kali, pertama musibah itu sediri dan yang kedua adalah suudlon kita, tentunya ungkapan-ungkapan itu akan menyudutkan bagi yang terkena musibah.

Cara kerja azab Tuhan di dalam Alquran hanya menimpa kaum yang durhaka dan tidak menimpa atau mencederai orang-orang yang shaleh dan taat pada Tuhan.

Sedangkan cara kerja mushibah dan bala tidak membedakan satu sama lainnya.

Memang telah terdapat ayat-ayat yang menerangkan tentang azab umat—umat terdahulu Bentuk azab itu antara lain:

1) Banjir besar (mungkin ini gelombang tsunami pertama) seperti yang
ditimpakan pada umat Nabi Nuh;
2) Bencana alam dahsyat berupa suara yang menggemuruh seperti yang
ditimpakan kepada umat Nabi Syu’aib;
3) Tanah longsor dahsyat seperti yang ditimpakan kepada umat Nabi Luth;

Meski demikian Secara historis, Nabi Muhammad adalah seorang nabi yang tidak pernah sekalipun mendoakan ummatnya agar celaka. Beliau tidak pernah menghadapi kondisi psikologis yang sangat mengecewakan dan menyerah dalam berda’wah pada umatnya. Maka, beliau tidak pernah berdoa minta azab kepada Allah bagi kaum-kaumnya yang tidak taat.

Musibah adalah suatu keniscayaan yang melanda semua manusia, baik secara perorangan maupun kelompok. Perasaan takut, lapar, kekurangan harta, jiwa, sampai kekurangan buah-buahan yang dibutuhkan, selalu menyertai mereka yang terkena musibah.

“Dan sesungguhnya akan Kami berikan cobaan kepadamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan, dan berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah mereka mengucapkan inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Mereka itulah yang mendapat keberkahan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS Al-Baqarah (2): 155-157).

Maka, bagaimana kita harus menyikapi musibah yang memang diluar kemampuan manusia untuk mengelolanya?

Pertama : Kita maknai bahwa peristiwa ini semua adalah semata-mata ujian dari Sang Maha Kuasa atas seluruh alam  semesta ini, dan ketika kita bisa melaluinya maka Allah akan menaikkan derajat keimanan kita.
Seperti sabda Rasulullah SAW, ”Siapa yang akan diberi limpahan kebaikan dari Allah, maka diberi ujian terlebih dahulu.” (HR Bukhari Muslim).

Kedua : Semua ujian haruslah kita hadapi dengan kesabaran,karena kesabaran adalah sebuah tanda lulusnya sebuah  ujian, seperti pada sebuah hadis : “Sungguh menakjubkan perkara orang yang beriman seluruh perkaranya menjadi  baik. Ketika ditimpa musibah dia bersabar, itu membawa kebaikan baginya. Dan ketika mendapatkan nikmat dia bersyukur dan itu membawa kebaikan baginya.” (Al-Hadis).

Ketiga : Bahwa seberat apapun ujian yang berupa musibah alam raya ini, kita yakin Allah pasti sudah proprosional dalam mengujinya dan tidak akan melebihi dari kesanggupan dalam menjalaninya bagi orang yang tertimpa.
“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.”  (QS Al-Baqarah (2): 286).

Keempat: Apapun bentuk musibah yang di derita oleh seorang muslim, baik itu berupa kesususahan, penderitaan maupun penyakit, Allah akan menghapus sebagian kesalahan dan dosa, dengan demikian derajat para korban bencana akan mulia, bagi yang meninggal dunia dia akan mati syahid dan bagi yang masih hidup tentunya dengan kesabaran atas penderitaan itu Allah akan hapus sebagian kesalahan dan dosa dosanya.

Kelima : Bagi kita yang tidak secara langsung mengalami musibah itu, hendaknya kita jadi peristiwa itu sebagai momentum untuk menyaksikan kebesaran dan keagungan Allah, sehingga akan menguatkan iman kita pada sang pencipta  alam semesta.

Marilah kita bayangkan apabila musibah itu menimpa diri kita sendiri, keluarga kita, atau temen-teman kita, tentunya kita akan menderita dan susah menjalani cobaan besar ini.

Maka marilah kita bantu para korban bencana semaksimal mungkin karena sekecil apapun bantuan itu akan sangat berharga sekali bagi kehidupan para korban yang masih hidup.

Kami mengajak sahabat-sahabat sekalian untuk berbuat sebisa mungkin membantu saudara-saudara kita yang menderita di Kepulauan Mentawai dan Yogyakarta, baik dalam bentuk bantuan materi, yaitu uang atau bahan makanan yang terlebih dari kita. Mari kita salurkan melalui badan-badan penyalur bantuan terdekat kita.

Kita berharap musibah ini akan membawa kebaikan-kebaikan dalam ridlo Sang Khaliq.

KITA semua berduka atas musibah ini. Kita semua harus mohon ampun atas semua dosa. Namun, kita tidak boleh  mengeluh dan bersedih berkepanjangan serta kehilangan harapan pada Tuhan Sembari bertobat dan mohon petunjuk Tuhan, mari kita baca hikmah dan pembelajaran dari musibah ini.(PV)

Sikap Kita Terhadap Bancana is a post from: salamsuper[dot]com

]]>
http://salamsuper.com/sikap-kita-terhadap-bancana/feed/ 1
Kekuatan Tekadhttp://salamsuper.com/kekuatan-tekad/ http://salamsuper.com/kekuatan-tekad/#comments Mon, 11 Oct 2010 15:28:19 +0000 admin http://salamsuper.com/?p=1601 Kekuatan Tekad is a post from: salamsuper[dot]com

]]>
Ada kisah pengorbanan seorang Ibu yang menahan mobil yang akan menabrak anaknya. Hasilnya, anaknya selamat tapi tulang belakang ibunya retak. Apa yang membuat ibu tersebut melakukan tindakan seperti itu? Jawabnya, karena kekuatan tekad untuk menyelamatkan anaknya.

Tekad adalah kemauan atau kehendak untuk berbuat sesuatu dengan sungguh-sungguh. Atau juga bisa dikatakan tekad sebagai kemauan yang teguh. Tak tergoyahkan oleh kesulitan. Tak kendor dengan hadangan masalah.

Kita bisa melihat bagaimana orang-orang yang melakukan perbuatan luar biasa. Seperti naik gunung ke puncak tertinggi. Bertemankan dinginnya salju dan udara dingin. Atau mengarungi samudra yang begitu luas dengan badai menghadang, menghadapi berbagai aral melintang dan kesulitan maha berat. Tapi semua itu bisa dihadapi, karena ia memiliki tekad yang kuat dan kehendak melakukan sesuatu dengan sungguh-sungguh.

Dalam beribadah kepada Allah, kekuatan tekadpun harus ada. Dengan memilikinya, seseorang akan mampu untuk shaum, shalat malam, dan berbagai ibadah ritual lainnya dengan penuh semangat. Tak lelah dan senantias Istiqamah. Berbagai amalan ini selanjutnya akan mengantarkan ia memiliki tekad kuat untuk lebih mendekatkan diri kepda Allah. Senantiasa membersihkan hatinya dan berbuat baik kepada sesama.

Jadi semua perbuatan yang kita lakukan akan memberikan hasil yang optimal bila didasari tekad yang kuat. Termasuk kualitas dan kuantitas ibadah kita pasca Ramadhan. Ibarat seorang pendaki gunung bila ia mempunyai tekad yang kuat untuk bisa sampai ke puncak, maka ia akan terus meningkatkan kemapuannya.

Begitupun dengan seseorang yang ingin mendekatkan dirinya dengan Allah di atas segala-galanya. Ketika ramadhan dengan segala fasilitanya, akan Ia optimalkan untuk dekat dengan Allah. Ketika selesai Ramadhan, karena memang tujuannya ingin dekat dengan Allah, ia tidak akan mau kehilangan apa yang sudah diraih di bulan Ramadhan. Terus dan terus ia meningkatkan amal ibadahnya. Senantiasa bermujahadah (ikhtiar yang sungguh-sungguh). Yaitu bermujahadah dalam taubat, mujahadah menjauhi maksiat, mujahadah di dalam taat, dan mujahadah memberi manfaat (Sumber: Majalah Swadaya DPU-DT)

Kekuatan Tekad is a post from: salamsuper[dot]com

]]>
http://salamsuper.com/kekuatan-tekad/feed/ 1
Belajar Memahami Jiwa Manusiahttp://salamsuper.com/belajar-memahami-jiwa-manusia/ http://salamsuper.com/belajar-memahami-jiwa-manusia/#comments Fri, 17 Sep 2010 08:21:42 +0000 admin http://salamsuper.com/?p=1589 Belajar Memahami Jiwa Manusia is a post from: salamsuper[dot]com

]]>
Sosok Manusia, dalam paradigma Barat postmodernisme; bagi Karl Marx disetir oleh perutnya (ekonomi) dan bagi Sigmund Freud oleh libido seksnya. Ketika berhijrah di abad ke 7 M, Nabi Muhammad saw. telah menyinggung temuan Marx dan Freud ini.

Orang berhijrah itu disetir oleh tiga orientasi : seks, materi dan idealisme atau keimanan (lillah wa rasulihi). Artinya, manusia itu bisa jadi seharga dorongan perutnya, atau dorongan seksualnya dan dapat menjadi sangat idealis, meninggalkan kedua dorongan jiwa hewani dan nabati itu.

Jadi semua perilaku manusia hakekatnya disetir oleh jiwa atau nafs-nya. Tapi jiwa mempunyai banyak anggota, yang oleh al-Ghazzali disebut tentara hati (junud al-qalbi).

Anggota jiwa dalam al-Qur’an diantaranya adalah qalb (hati), ruh (roh), aql (akal) dan iradah (kehendak) dsb. Al-Qur’an menyebut kata nafs sebanyak 43 kali, 17 kali kata qalb-qulub, 24 kali kata ta’aqilun (berakal), dan 6 kali kata ruh-arwah. Itulah, modal manusia untuk hidup di dunia, yaitu sinergi semua, buka independensi masing-masing anggotanya.

Nabi menjelaskan peran qalb (hati) dalam hidup manusia. Menurutnya, aspek penentu hakekat manusia adalah segumpal darah (mudghah), yang disebut qalb (hati). Gumpalan itulah yang menjadi penentu kesalehan dan kejahatan jasad manusia (HR. Sahih Bukhari).

Karena begitu menentukannya fungsi hati itulah Allah hanya melihat hati manusia dan tidak melihat penampilan dan hartanya. (HR. Ahmad ibn Hanbal). Sejatinya, hati adalah wajah lain dari nafs (jiwa), maka dari itu hati atau jiwa manusia itu bertingkat-tingkat. Para ulama menemukan tujuh tingkatan jiwa dari dalam al-Qur’an:

Pertama, nafs al-ammarah bi al-su’, atau nafsu pendorong kejahatan. Ini adalah tingkat nafs paling rendah yang melahirkan sifat-sifat seperti takabbur, kerakusan, kecemburuan, nafsu syahwat, ghibah, bakhil dsb. Nafsu ini harus diperangi.

Kedua, nafs al-lawwamah. Ini adalah jiwa yang memiliki tingkat kesadaran awal melawan nafs yang pertama. Dengan adanya bisikan dari hatinya, jiwa menyadari kelemahannya dan kembali kepada kemurniannya. Jika ini berhasil maka ia akan dapat meningkatkan diri kepada tingkat diatasnya.

Ketiga adalah Nafs al-Mulhamah atau jiwa yang terilhami. Ini adalah tingkat jiwa yang memiliki tindakan dan kehendak yang tinggi. Jiwa ini lebih selektif dalam menyerap prinsip-prinsip. Ketika jiwa ini merasa terpuruk kedalam kenistiaan, segera akan terilhami untuk mensucikan amal dan niatnya.

Keempat, Nafs al-mutma’innah atau jiwa yang tenang. Jiwa ini telah mantap imannya dan tidak mendorong perilaku buruk. Jiwa yang tenang yang telah menomor duakan nikmat materi.

Kelima
, Nafs al-Radhiyah atau jiwa yang ridha. Pada tingkatan ini jiwa telah ikhlas menerima keadaan dirinya. Rasa hajatnya kepada Allah begitu besar. Jiwa inilah yang diibaratkan dalam doa: Ilahi anta maqsudi wa ridhaka matlubi (Tuhanku engkau tujuanku dan ridhaMu adalah kebutuhanku) .

Keenam, Nafs al-Mardhiyyah, adalah jiwa yang berbahagia. Tidak ada lagi keluhan, kemarahan, kekesalan. Perilakunya tenang, dorongan perut dan syhawatnya tidak lagi bergejolak dominan.

Ketujuh, Nafs al-Safiyah adalah jiwa yang tulus murni. Pada tingkat ini seseorang dapat disifati sebagai Insan Kamil atau manusia sempurna. Jiwanya pasrah pada Allah dan mendapat petunjukNya. Jiwanya sejalan dengan kehendakNya. Perilakunya keluar dari nuraninya yang paling dalam dan tenang.

Begitulah jiwa manusia. Ada pergulatan antara jiwa hewani yang jahat dengan jiwa yang tenang. Ada peningkatan pada jiwa-jiwanya yang tenang itu.

Sahabat Rasulullah saw. Sufyan al-Thawri pernah mengatakan bahwa beliau tidak pernah menghadapi sesuatu yang lebih kuat dari nafsunya; terkadang nafsu itu memusuhinya dan terkadang membantunya. Ibn Taymiyyah menggambarkan pergulatan itu bersumber dari dua bisikan: bisikan syetan (lammat a-syaitan) dan bisikan malaikat (lammat al-malak).

Perang melawan nafsu jahat banyak caranya. Sahabat Nabi Yahya ibn Mu’adh al-Razi memberikan tipsnya. Ada empat pedang untuk memerangi nafsu jahat: makanlah sedikit, tidurlah sedikit, bicaralah sedikit dan sabarlah ketika orang melukaimu… maka nafs atau ego itu akan menuruti jalan ketaatan, seperti penunggang kuda dalam medan perang.

Memerangi nafsu jahat ini menurut Nabi adalah jihad. Sabdanya “Pejuang adalah orang yang memperjuangkan nafs-nya dalam mentaati Allah” (al-Mujahidu man jahada nafsahu fi ta’at Allah `azza wa jalla). (HR.Tirmidhi, Ibn Majah, Ibn Hibban, Tabrani, Hakim dsb).

Kejahatan diri dalam al-Qur’an juga dianggap penyakit

Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta (QS 2:10).

Sementara Nabi mengajarkan bahwa setiap penyakit ada obatnya. Para ulama pun lantas berfikir kreatif. Ayat-ayat dan ajaran-ajaran Nabi pun dirangkai diperkaya sehingga membentuk struktur pra-konsep. Dari situ menjadi struktur konsep dan akhirnya menjadi disiplin ilmu.

Ilmu tentang jiwa atau nafs itu pun lahir dan disebut Ilm-al Nafs, atau Ilm-al Nafsiyat (Ilmu tentang Jiwa). Ketika Ilmu al-Nafs berkaitan dengan ilmu kedokteran (tibb), maka lahirlah istilah al-tibb al-ruhani (kesehatan jiwa) atau tibb al-qalb (kesehatan mental). Tidak heran jika penyakit gangguan jiwa diobati melalui metode kedokteran yang dikenal dengan istilah al-Ilaj al-nafs (psychoteraphy) .

Dalam Ilmu al-Nafs ditemukan bahwa raga dan jiwa berkaitan erat, demikian pula penyakitnya. Psikolog Muslim asal Persia Abu Zayd Ahmed ibn Sahl al-Balkhi pada abad ke 10 (850-934), menemukan teori bahwa penyakit raga berkaitan dengan penyakit jiwa. Alasannya, manusia tersusun dari jiwa dan raga.

Manusia tidak dapat sehat tanpa memiliki keserasian jiwa dan raga. Jika badan sakit, jiwa tidak mampu berfikir dan memahami, dan akan gagal menikmati kehidupan. Sebaliknya, jika nafs atau jiwa itu sakit maka badannya tidak dapat merasakan kesenangan hidup.

Sakit jiwa lama kelamaan dapat menjadi sakit fisik. Itulah sebabnya ia kecewa pada dokter yang hanya fokus pada sakit badan dan meremehkan sakit mental. Maka dalam bukunya Masalih al-Abdan wa al-Anfus, ia mengenalkan istilah al-Tibb al-Ruhani (kedokteran ruhani).

Jadi, hakekatnya manusia yang dikuasai oleh dorongan nafsu hewani dan nabati saja, boleh jadi sedang sakit. Manusia sehat adalah manusia yang nafsunya dikuasai oleh akalnya, Hatinya (qalb) untuk taat pada Tuhannya. Itulah insan kamil yang memiliki jiwa yang tenang, yang kembali pada Tuhan dan masuk surganya dengan ridho dan diridhoi. Yang senantiasa menyelaraskan antara fikir dan dzikir, antara akal dan wahyu. Itulah manusia yang selama hidupnya menjadi sinar cahaya (misykat) bagi umat manusia.(PV)

’Îû NÎgÎ/qè=è% ÖÚz£D ãNèdyŠ#t“sù ª!$# $ZÊttB ( óOßgs9ur ë>#x‹tã 7OŠÏ9r& $yJÎ/ (#qçR%x. tbqç/ɋõ3tƒ ÇÊÉÈ

Belajar Memahami Jiwa Manusia is a post from: salamsuper[dot]com

]]>
http://salamsuper.com/belajar-memahami-jiwa-manusia/feed/ 0
Idul Fitri hari Kebahagiaan dan Kemenanganhttp://salamsuper.com/idul-fitri-hari-kebahagiaan-dan-kemenangan/ http://salamsuper.com/idul-fitri-hari-kebahagiaan-dan-kemenangan/#comments Wed, 08 Sep 2010 17:31:35 +0000 admin http://salamsuper.com/?p=1581 Idul Fitri hari Kebahagiaan dan Kemenangan is a post from: salamsuper[dot]com

]]>
Asal Ied-ud-Fithr terdiri dari dua kata, yaitu ied yang artinya hari raya, dari
asal kata ‘ayada yg artinya kembali. Dikatakan ied karena pada hari itu
Allah s.w.t mengembalikan kegembiraan dan rasa suka cita kepada hambaNya.

Ada yang mengatakan disebut ied karena pada hari itu kembalinya
kebaikan-kebaikan dari Allah kepada hamba, pada hari itu seorang hamba
kembali dalam keadaan suci karena telah bertaubat kepada Allah dan telah
meminta maaf kepada sesamanya.

Kata kedua fithr yang artinya fitrah, kesucian dan kebersihan jiwa. Ini
karena pada hari itu seorang hamba merayakan kebersihannya dari noda-noda dosa karena beribadah dan bartubat secara intensif selama sebulan penuh.

Maka ada yang menyebut hari idul fitri sebagai hari kemenangan karena kita
berhasil mengalahkan hawa nafsu kita selama sebulan penuh.

Tidak hanya itu, hari Idul Fitri juga menandai hari-hari besejarah. Wahab
bin Manbah meriwayatkan: “Allah menciptakan sorga pada hari Iedul Fitri,
menanam pohon keuntungan (thuuba) pada hari itu dan Allah memilih Jibril
sebagai pembawa wahyu juga pada hari itu juga”.

Idul Fitri dalam al-Qur’an

Allah s.w.t. berfirman dalam surah al-A’la (14-15)

“Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan diri (dengan beriman), dan dia ingat nama Tuhannya, lalu dia sembahyang. ”

Qatadah dan Ata’ mengatakan yang dimaksud dengan membersihkan diri dalam ayat ini adalah mengeluarkan zakat fitrah. Abu Said al-Khudri berkata:
yang dimaksud dengan “ingat nama Tuhannya” adalah dengan mengumandangkan takbir pada hari Idul Fitri dan bersembahyang maksudnya sholat Ied”.

Fadlilah Idul Fitri

Banyak fadlilah dan keutamaan yang diturunkan Allah s.w.t. pada hari idul
fitri. Dari Anas bin Malik Rasulullah s.a.w. bersabda ” Pada malam Idul
Fitri Allah membayarkan pahala orang-orang yang berpuasa Ramadhan, lalu
Allah memerintahkan kepada malaikat-malaikatNya di pagi hari itu agar
turun ke bumi, mereka berdiri di ujung-ujung jalan dan pintu-pintu masuk
perkampungan seraya menyerukan kepada mahluk di bumi ini dengan suara
lantang yang didengarkan oleh semua mahluk bumi kecuali manusia dan jin :

wahai umat Muhammad kelaurlah kepada Tuhanmu Yang Maha Besar, Menerima hal kecil, Membalas dengan kebesaran, Memaafkan dosa besar. Ketika mereka mulai berduyun-duyun ke masjid-masjid dan mendirikan sholat dan berdoa, maka Allah tidak mendengar permintaan mereka kecuali mengabulkan hajatnya, memberi permintaannya dan mengampui dosa-dosanya. Lalu mereka keluar dari masjid dalam keadaan diampuni oleh Allah”.

Ibnu Abbas meriwayatkan bahwa malam Idul Fitri disebut malam pemberian
hadiah, pada malam itu Allah berseru kepada malaikatnya: “Aku bersaksi
wahai malaikatku bahwa Aku telah memberikan pahala puasa hamba-hambaKu, pahala sholat-sholat mereka. Aku limpahkan kepada mereka ridal dan ampunanKu.

Kemudian Allah berfirman “Wahai hamba-hambaku, demi keagungan
dan kemuliayaanKu, apapun yang kalian minta untuk hari akhirmu pasti akan
Kukabulkan, apapun yang kalian minta untuk dunia kalian pasti akan
Kuikutkan, Aku akan tutupi kekuranganmu sejauh engkau mengingatKu,
keluarlah dengan ampunan dan ridlaKu”.

Sebelum Idul Fitri Tiba

Sebelum Idul Fitri datang ada baiknya kita persiapkan hal-hal yang
selayaknya kita persiapkan untuk hari mulia itu. Kita perhatikan
persiapan-persiapan itu mulai dari yang wajib lalu yang sunnah.

Pertama yang harus kita kerjakan menjelang hari Iedul Fitri adalah membayar Zakat Fitrah. Zakat Fitrah waktunya adalah mulai mata hari terbenam malam Ied hingga mulai didirikan sholat Ied.

Dalam hadist riwayat Ibnu Umar, Rasulullah s.a.w. memerintahkan agar mengeluarkan zakat fitrah sebelum masyarakat keluar untuk menjalankan sholat Ied” (H.R. Jamaah).

Hadist Ibnu Abbas menegaskan bahwa “Barangsiapa mengeluarkan Zakat Fitrah sebelum sholat Ied maka itu merupakan Zakat Fitrah yang diterima dan barangsiapa mengeluarkannya setelah sholat Ied maka itu seperti sedekah biasa” (H.R. Abud Dawud).

Amalan-amalan lain yang disunnahkan menjelang Idul Fitri adalah sbb:

1. Memperbanyak membaca takbir pada malam Iedul Fitri. Itu merupakan
ibadah yang kita lakukan untuk meninggalkan Ramadhan dan untuk menyambut kedatangan ‘Idulfitri. Oleh sebab itu, disunatkan kepada kita mengucapkan takbir dengan mengangkat suara, bermula waktunya dari terbenam matahari malam Hari Raya sehingga imam mengangkat takbiratul ihram sholat ied.

Firman Allah Ta‘ala:
“Dan agar kamu membesarkan Allah atas apa-apa yang telah Ia
memberi petunjuk kepada kamu, dan agar kamu bersyukur (atas nikmat-nikmat yang telah diberikan”.( Surah Al-Baqarah : 185)

2. Menghidupkan malam Idul Fitri dengan memperbanyak beribadah kepada
Allah, baik itu dzikir, sholat atau membaca al-Qur’an. Melantunkan kalimat
takbir juga merupakan ibadah yang dianjurkan pada malam Idul Fitri. Dalam
sebuah hadist riwayat Udah bin Shamit Rasulullah bersabda :”Barang siapa
menghidupkan malam Ied dengan beribadah kepada Allah, niscaya hatinya
tidak akan mati di hari dimana hati-hati manusia telah mait” (H.R.Thabrani).

3. Mandi, memakai wangi-wangian, memakai pakaian yang terbaik, memendekkan kuku yang panjang dan menghilangkan bau badan.

4. Bagi makmum disunnahkan agar datang ke masjid atau tempat sholat Ied
dengan berjalan kaki dan berangkat pagi-pagi setelah sholat Subuh.
Sedangkan bagi imam disunnahkan mengakhirkan kedatangannya ke masjid
hingga menjelang sholat.

5. Disunnahkan sarapan pagi dengan bilangan kurma ganjil sebelum berangkat ke masjid untuk sholat Ied. (H.R. Bukhari)

6. Menunjukkan rasa gembira dan bahagia kepada semua orang yang ditemui
serta bersikap dermawan lebih dari hari-hari biasa.

7. Disunnah berangkat dan pulang dari masjid melalui jalan yang berbeda
untuk syiar agama.

Sholat Idul Fitri

Sholat Idul Fitri hukumnya sunnah mu’akkadah menurut Syafi’iyah dan
Malikiyah. Sedangkan menurut Hanbali hukumnya Fardlu Kifayah dan menurut Hanafiyah hukumnya Wajib.

Waktu Sholat Ied adalah setelah matahari terbit setinggi tombak hingga
waktu tengah hari. Jadi waktu sholat Ied sama dengan wakatu sholat Dhuha.

Tempat dilaksanakan sholat Ied menurut mayoritas ulama adalah di lapangan
luar kota kecuali kota Makkah dimana sholat Ied lebih utama dilaksanakan
di Masjidil Haram.

Mayoritas ulama juga berpendapat bahwa sholat Ied di masjid dengan tanpa sebab seperti hujan, hukumnya makruh. (Sesuai hadist Abu Dawud dll.). Hanya ulama Syafi’iyah yang mengatakan bahwa sholat Ied di masjid lebih utama dalam segala kondisi, dengan alasan dan dalil bahwa masjid merupakan tempat yang lebih mulia dari tempat apapun, terkecuali
bila masjid sempit sehingga tidak menampung semua jamaah, maka disunnahkan di lapangan.

Perbedaan Waktu Pelaksanaan

Saat ini terjadi fenomena perbedaan hari pelaksanaan Iedul Fitri karena
perbedaan metodologi penentuan hilal. Umat Islam dipersilahkan mengikuti
mana yang diyakini benar. Mengikuti keputusan pemerintah juga merupakan
langkah yang bijak untuk menjawab keragu-raguan dan kebingungan.

Para ulama, imam-imam masjid dan da’i publik selayaknya memberikan
penjelasan kepada masyarakat awam tentang fenomena perbedaan metodologi dalam penentuan awal bulan Ramadhan dan Idul Fitri, termasuk wawasan tentang rukyah dan hisab serta landasan metodologisnya. Ini akan membantu memperluas wawasan masyarakat terhadap masalah perbedaan dan khilafiyah yang wajar terjadi dalam pemahaman agama, sehingga tidak mengarah kepada ketegangan antar umat Islam.

Bagi yang melaksanakan Iedul Fitri lebih dulu, sebaiknya tidak perlu
menyalahkan yang belum iedul fitri dan tidak melakukan tindakan provokatif
yang tidak sehat, seperti sengaja makan dan minum di depan yang masih
puasa demi tujuan provokatif.

Masyarakat hendaknya diberi kebebasan dalam memilih masjid untuk sholat
Ied. Apabila seseorang ikut Idul Fitri hari ini, padahal masjid di dekat
rumahnya melaksanakan sholat Idul Fitri besok, maka ia cukup buka puasa
diam-diam di rumah dan besoknya bisa ikut berjamaah Idul Fitri bersama
masyarakat sekitarnya. Ini seperti orang yang melihat hilal sendirian
tanpa dua orang saksi sehingga pendapatnya tidak dijadikan pijakan oleh
pemerintah.

Mengenai masalah hukum keharaman puasa pada hari Idul Fitri, selayaknya
dikembalikan kepada keyakinan masing-masing dalam menentukan hari Idul
Fitri dan dikembalikan kepada Allah. Allah maha adil dalam menghukumi
amalan hambanya. Tidak perlu membahas siapa yang dosa dan siapa yang
menanggung dosa. Semua kita kembalikan kepada Allah yang maha bijaksana.

Fenomena perbedaan penentuan awal Ramadhan dan Idul Fitri selayaknya kita angkat sebagai wahana mengembangkan toleransi di antara umat Islam maupun antar umat beragama. Fenomena ini jangan dijadikan pemicu perpecahan umat Islam, namun layaknya dijadikan tauladan bagi kehidupan beragama yang ragam namun tetap menjunjung kebersamaan dan persatuan.

Silaturrahmi dan saling meminta maaf

Kebersihan jiwa yang tercipta oleh ibadah puasa kita selama sebulan penuh
akan lebih sempurna kalau dipoles dengan pembershihan diri dari hak-hak
orang lain. Dosa kita kepada Allah telah kita tebus dengan ibadah dan
taubat selama sebulan penuh, kini saatnya dosa-dosa kita kepada teman dan
saudara kita juga kita hapuskan dengan saling meminta maaf dan saling
mendoakan.

Dalam sebuah hadist riwayat Salman al-Farisi Rasulullah menyatakan : “Seorang muslim ketika bertemu dengan saudaranya seiman, lalu
diambilnya tangan saudara bersalaman, maka dosa-dosa keduanya berjatuhan laksana jatuhnya daun-daun dari pepohonan kering di saat angin berhembus, dosa-dosa keduanya diampuni meskipun sebanyak buih lautan” (H.R. Thabrani).

Pada hari Idul Fitri ini juga saatnya mempererat tali silaturrahmi yang
sudah terjalin dan menyambung tali silaturrahmi yang terputus. Saling
mengunjungi saudara dan sahabat merupakan cara untuk meningkatkan tali
silaturrahmi tersebut.

Mungkin di luar hari raya kita enggan untuk berkunjung ke teman atau sahabat kita karena tidak ada alasan yang tepat, maka di hari Iedul Fitri ini kita manfaatkan untuk seling berkunjung.(disadur dari PesantrenVirtual)

Minal Aidin Wal Faizin. Mohon maaf lahir batin.

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1431 H

Semoga Amal Ibadah kita selama bulan Ramadhan diterima oleh Allah Yang Maha Agung.

Idul Fitri hari Kebahagiaan dan Kemenangan is a post from: salamsuper[dot]com

]]>
http://salamsuper.com/idul-fitri-hari-kebahagiaan-dan-kemenangan/feed/ 0
Membersihkan Hati di Bulan Sucihttp://salamsuper.com/membersihkan-hati-di-bulan-suci/ http://salamsuper.com/membersihkan-hati-di-bulan-suci/#comments Fri, 03 Sep 2010 04:04:49 +0000 admin http://salamsuper.com/?p=1579 Membersihkan Hati di Bulan Suci is a post from: salamsuper[dot]com

]]>
Manusia sering kali melakukan sesuatu atas dasar hawa nafsunya yang mengakibatkan perbuatan tersebut berdampak negative ditengah-tengah masyarakat. Untuk menghindari penyesalan diakhir perbuatan yang akan dilakukan, maka seyogyanya bertanyalah pada hati kecil, baik dan buruknya perbuatan tersebut. Oleh karena itu setiap manusia dituntut untuk memahami hatinya atau bahasa lain adalah “Qolbu”.

Pengertian “Qolbu” :

Menurut Syekh Abu al-Hasan Ali bin Muhammad bin Ali al-Husaini al-Jurjaniy didalam kitabnya “at-Ta’rifat” : Qolbu adalah sifat lembutnya Ketuhanan yang terdapat dalam jiwa manusia.

Dalam hadis Rasulullah Saw: Dari Nu’man bin Basyir berkata: saya mendengar Rasulullah Saw. Bersabda:

” Ketahuilah,sesunggu hnya dalam jasad terdapat segumpal daging, apabila dia baik maka jasad tersebut akan menjadi baik, dan sebaliknya apabila dia buruk maka jasad tersebut akan menjadi buruk, Ketahuilah segumpal daging tersebut adalah “Qolbu” yaitu hati “. ( Hadis Riwayat Bukhori ).

Jika kita pahami secara mendalam hadis tersebut, maka hati sangat berperan dalam kehidupan jiwa manusia, karena hati yang bersih akan melahirkan jiwa yang bersih dan selalu taat serta tunduk terhadap titah dari Sang Ilahi Rabbi. Sebaliknya jiwa yang kotor disebabkan karena jiwa tersebut memiliki hati yang tidak baik dan selalu melanggar aturan yang telah digariskan oleh Allah Swt.

Tanda-tanda hati yang kotor atau sakit.

Fitrah manusia adalah suci dan bersih dalam menjalankan perintah agama,namun terkadang dalam perjalanan kehidupannya, manusia sering lupa dan lalai serta terjerumus dalam sifat-sifat “syaithoniyah” . Untuk mengenal lebih jauh tanda-tanda hati manusia yang telah kotor atau sakit, berikut ini salah satu tandanya :

Adanya sifat nifaq ( Munafik ) dalam jiwa manusia, mari kita renungkan firman Allah Swt. Dalam surat al-Baqarah :

” Dan diantara manusia ada yang berkata ” kami beriman kepada Allah dan hari akhir “, padahal sesungguhnya mereka itu bukanlah orang2 yang beriman. Mereka menipu Allah dan orang2 yang beriman, padahal mereka hanyalah menipu diri sendiri tanpa mereka sadari. Dalam hati mereka ada penyakit ( Nifaq ), lalu Allah menambah penyakitnya itu, dan mereka mendapat adzab yang pedih, karena mereka berdusta “. ( QS.al-Baqarah : 8-10 )

Jika kita perhatikan ayat-ayat tersebut, maka sifat munafik akan menjadikan hati manusia bertambah kotor dan rusak, karena pada dasarnya manusia yang memiliki sifat nifaq akan terlihat diluar dirinya manis akan tetapi dalam bathinnya dia memiliki sifat-sifat syaithoniyyah, apa saja sifat-sifat tersebut,

Syekh az-Zamakhsyari dalam kitab tafsirnya “al-Kassyaf” , menggambarkan hati yang sakit karena sifat nifaq dalam diri manusia adalah selalu condong untuk berbuat maksiat kepada Allah Swt. Sedangkan Syekh Abu Zahrah dalam kitab tafsirnya “Zahratu at-Tafasir”, bahwasanya hati akan menjadi keras karena sifat nifaq yang selalu menanamkan kedengkian dan selalu menghinakan orang2 yang beriman. Penyakit hati tersebut menurut beliau tidak ada obatnya, na’udzubillah.

Membersihkan hati yang kotor

Ketika manusia sudah mulai malas beribadah kepada Allah Swt. Maka sebaiknya bersegeralah beristighfar untuk mendapatkan ampunan dari Allah Swt. Karena ketika kita membiarkan diri kita jauh dari Allah Swt. maka hati sedikit demi sedikit akan kotor dan jika tidak segera di obati hati tersebut akan mengeras, sebagaimana di isyaratkan dalam al-Quran surat al-Baqarah :

” Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras, sehingga hatimu seperti batu, bahkan lebih keras. Padahal dari batu2 itu pasti ada sungai2 yang airnya memancar daripadanya. Adapula yang terbelah lalu kaluarlah mata air daripadanya. Dan adapula yang meluncur jatuh karena takut kepada Allah Swt. Dan Allah tidak lengah terhadap apa yang kamu kerjakan “. ( QS.al-Baqarah : 74 )

Oleh karena itu untuk menghindari kerasnya hati cepatlah kembali kepada Allah dengan memohon ampunan dari-Nya, sebagaiman Allah perintahkan kepada orang2 yang beriman :

” Wahai orang2 yang beriman! Bertobatlah kepada Allah dengan tobat yang semurni-murninya, mudah2an Tuhan kamu akan menghapus kesalahan2 mu dan memasukkan kamu kedalam surga2 yang mengalir dibawahnya sungai2, pada hari ketika Allah tidak mengecewakan Nabi dan orang2 yang beriman bersama dengannya, sedang cahaya mereka memancar dihadapan dan disebelah kanan mereka, sambil mereka berkata, ” Ya Tuhan kami, sempurnakanlah untuk kami cahaya kami dan ampunilah kami, sungguh Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu”. (SQ.at-Tahrim: 8)

Syekh al-Hafidz Ibnu katsir dalam kitabnya “Tafsir al-Quran al-’Adzim”, menjelaskan bahwasanya seseorang yang bertobat kepada Allah Swt, dia sungguh menyesali dosa2 yang telah ia lakukan dan tidak akan mengulanginya lagi.

Perbuatan manusia bersumber dari hatinya, maka ketika hatinya selamat dari sifat2 yang kotor maka perbuatan tersebut akan mencerminkan prilaku yang islami dan jauh dari maksiat kepada Allah Swt.

Maka marilah sama2 selamatkan hati kita dari sifat-sifat yang dapat menjerumuskan diri manusia kedalam jurang kehinaan didunia maupun diakherat kelak. Karena semua yang kita miliki baik harta benda maupun keturunan kita tidak dapat menolong diri kita selamat dihari hisab nanti kecuali jiwa tersebut diiringi dengan hati yang bersih ( Qolbu as-Salim ), sebagaimana diisyaratkan oleh Allah Swt, dalam surat as-Syu’ara :

” Pada hari ketika harta dan anak-anak tidak berguna. Kecuali orang-orang yang menghadap Allah Swt. dengan hati yang bersih”. (QS.as-Syu’ara: 88-89 )

Maka ketika hati setiap jiwa manusia bersih, prilaku dia akan baik pula. Ketika prilaku baik akan menghasilkan ketaatan kepada Allah Swt. dimanapun dia berada, dan itulah cita-cita terbesar dalam kehidupan ummat manusia.

Moment yang tepat dibulan suci Ramadhan ini untuk membersihkan hati. Mudah-mudahan Allah Swt. selalu membersihkan hati kita dari sifat-sifat kotor yang dapat menjerumuskan jiwa dan raga kita jauh dari Allah Swt menuju kepada hati yang bersih dan selamat. Amin Ya Rabbal ‘Alamin.

Membersihkan Hati di Bulan Suci is a post from: salamsuper[dot]com

]]>
http://salamsuper.com/membersihkan-hati-di-bulan-suci/feed/ 0
Hindari Minuman Berenergi Saat Buka Puasahttp://salamsuper.com/hindari-minuman-berenergi-saat-buka-puasa/ http://salamsuper.com/hindari-minuman-berenergi-saat-buka-puasa/#comments Mon, 30 Aug 2010 00:19:40 +0000 admin http://salamsuper.com/?p=1570 Hindari Minuman Berenergi Saat Buka Puasa is a post from: salamsuper[dot]com

]]>
Tidak sedikit orang kemudian tergiur minuman berenergi dengan maksud memulihkan lemas.

Saat berpuasa sepanjang hari memang menyebabkan badan merasa lemas. Banyak orang kemudian tergiur minuman tonik atau energi saat berbuka.

Namun, ahli gizi menyarankan agar tidak mengasup minuman energi setelah berbuka. Sebab, setelah puasa tubuh membutuhkan cairan untuk membersihkan dan mengisi kembali tubuh serta menyesuaikan dengan tingkat gula darah.

Seperti dikutip dari Arab News, Dr Khalid Madani, pengawas umum dari Departemen Gizi di Departemen Kesehatan Saudi Arabia, mengatakan, minuman berenergi tinggi gula dan kafein penyebab masalah kesehatan seperti gangguan ginjal, kerusakan hati, dan diabetes.

Konsumsi minuman tonik juga menyebabkan badan mengalami gejala seperti lelah, pusing, gelisah, dan sakit kepala parah. Air putih merupakan minuman yang paling dianjurkan saat berbuka.

Sebuah riset dari Nova Southeastern University Florida yang terbit dalam Jurnal Doctors and Sportsmedicine menyimpulkan, minuman energi menimbulkan efek merugikan, terutama jika dikonsumsi dalam jumlah besar dan terus-menerus.

Minuman energi mengandung 505 mg kafein dalam 355 ml atau setara dengan 14 kaleng soda. Angka ini jauh lebih tinggi dari ambang batas kafein yang diperbolehkan Badan Obat dan Makanan AS (FDA) sebesar 71 mg dalam 355 ml. Selain itu, kandungan gula dan taurin minuman energi sangat tinggi.

Stephanie Ballard, seorang peneliti AS mengatakan ada bukti minuman ini berkontribusi untuk berat badan dan beberapa penyakit lainnya. “Banyak orang berpikir bahwa seseorang tidak dapat overdosis pada kafein. Tetapi konsumsi kafein terlalu banyak bisa menyebabkan ketegangan, mengantuk dan gugup, osteoporosis, penyakit jantung, masalah vaskuler, komplikasi usus dan bahkan kematian,” katanya.

Selama Ramadan, minuman berenergi laris manis di kawasan Timur Tengah. Permintaan minuman penambah tenaga tersebut mengalami kenaikan permintaan. (dikutip dari berbagai sumber)

Hindari Minuman Berenergi Saat Buka Puasa is a post from: salamsuper[dot]com

]]>
http://salamsuper.com/hindari-minuman-berenergi-saat-buka-puasa/feed/ 1
Bertaubatlah Hingga Syetan Putus Asahttp://salamsuper.com/bertaubatlah-hingga-syetan-putus-asa/ http://salamsuper.com/bertaubatlah-hingga-syetan-putus-asa/#comments Thu, 19 Aug 2010 06:29:02 +0000 admin http://salamsuper.com/?p=1553 Bertaubatlah Hingga Syetan Putus Asa is a post from: salamsuper[dot]com

]]>
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Anas RA disebutkan bahwa telah datang seorang laki-laki kepada Rasulullah SAW. Dia lalu berkata, ”Ya, Rasulullah, sesungguhnya aku telah berbuat dosa.” Nabi menjawab, ”Mintalah ampun kepada Allah.” Lelaki itu kembali berkata, ”Aku bertobat, kemudian kembali berbuat dosa. ” Nabi bersabda, ”Setiap kali engkau berbuat dosa, maka bertobatlah, hingga setan putus asa.” Lelaki itu berkata lagi, ”Ya, Nabi Allah, kalau begitu dosa-dosaku menjadi banyak.” Maka, Nabi bersabda lagi, ”Ampunan Allah SWT lebih banyak daripada dosa-dosamu.”

Hadis Nabi Muhammad SAW ini mengisyaratkan bahwa meminta ampunan kepada Allah SWT selalu berkaitan dengan dosa dan salah. Meminta ampun sering kali dihubungkan dengan bertobat kepada Allah SWT. Keduanya merupakan aktivitas keagamaan yang harus dilakukan setiap manusia. Sebab, manusia adalah ciptaan Allah SWT yang secara fitrah dibekali dengan sikap salah dan lupa.

Permintaan ampun tidak akan menuai hasil bila tidak disertai dengan bertobat kepada-Nya,dan meminta maaf kepada orang yang dizalimi.

Tobat merupakan salah satu maqam di dalam dunia tasawuf. Bagi kalangan sufi, bertobat berarti meninggalkan sesuatu yang tercela dan terlarang yang ditetapkan di dalam ajaran agama (Islam) demi mencapai sesuatu yang terhormat, mulia, dan terpuji di sisi Allah SWT.

Bertobat adalah pengakuan dan penyesalan terhadap perbuatan alpa dan dosa. Ketika ditanya tentang tobat, sufi Sahl Ibn ‘Abd Allah dan Al Junaid menjawab, ”Tobat ialah engkau tidak mengingat dosamu.” Al-Junaid menjelaskan bahwa melupakan dosa berarti tidak lagi mengingat dosa-dosa yang telah diperbuat yang melekat dalam hati.

Ada tiga syarat yang harus dipenuhi seseorang bila tobatnya ingin diterima Allah.

Pertama, menyesali diri, karena telah telanjur melakukan maksiat dan melanggar ketentuan-ketentuan agama.
Kedua, menjauhkan dan meninggalkan diri dari semua maksiat kapan dan di mana saja berada.
Ketiga, berkemauan dan berjanji pada diri sendiri secara sungguh-sungguh untuk tidak mengulangi kemaksiatan, karena menyadari bahwa perbuatan maksiat menghalangi hubungan dia dengan Tuhannya dan dapat memutus
hubungan dengan sesamanya.

Terakhir, orang yang telah berbuat salah dan mau bertobat, harus meminta maaf kepada orang yang dizalimi. Meminta dan memberi maaf merupakan dasar bagi terwujudnya ishlah. Dalam konteks kehidupan sosial-politik masyarakat kita kini, pemaafan masih tetap relevan.

Dalam pengertian umum, pemaafan berarti ‘mengingat’ dan sekaligus memaafkan. Dalam Islam, proses ini disebut sebagai muhasabah (introspeksi), yakni saling ‘menghitung’ atau ‘menimbang’ peristiwa-peristiwa pahit yang telah melukai pihak-pihak tertentu.

Melalui muhasabah, berbagai pihak melakukan perhitungan dan sekaligus penilaian moral terhadap kejadian-kejadian yang pernah berlaku yang mungkin merugikan perorangan maupun masyarakat luas.

Muhasabah(intropeksi) sangat dianjurkan oleh Islam, sebagaimana yang disebutkan dalam alqur’an Surat al-Hasyr ayat 18 :

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (alhasyr 18)

Pelaksanaannya tidak perlu menunggu akhir tahun atau bahkan bulan Ramadhan seperti sekarang, namun hendaknya dilakukan setiap saat dan setiap detik agar kita mawas diri tentang apa yang telah kita lakukan.

Paling tidak ada dua hal yang yang patut kita berintropeksi,

Pertama : perihal hubungan kita kepada Allah SWT (hablumminallah), bagaimanakah hubungan kita dengan Sang Khalik, apakah kita sudah benar-benar melaksanakan apa yang menjadi perintah-NYA dan meniggalkan larangan-NYA?, apakah kita telah menjadi hamba yang bersyukur akan segala ni’mat-NYA?.

Kedua : Hubungan kita antar sesama makhluk (hablumminannas). Apakah kita sudah benar-benar bergaul antar sesama dengan baik, saling menyangangi dan menghormati?  Apakah kita sudah membantu dan menolong saudara-saudara kita yang tertimpa musibah?, Dan seterusnya.

Tentunya masing-masing kita tahu akan jawabannya, jadi hendaknya kita selalu menghidupkan ruh muhasabah
(intropeksi) dalam diri kita masing-masing agar kita selalu berada dijalan yang di ridhoi Allah SWT.

Marilah kita sama-sama selalu meminta ampunan  kepada sang pencipta semesta alam, ini agar segala dosa-dosa kita yang telah kita perbuat di ampuni Nya. Dan meninggal kan apa-apa yang di larang Allah SWT kepada ummat nya.(PV)

Bertaubatlah Hingga Syetan Putus Asa is a post from: salamsuper[dot]com

]]>
http://salamsuper.com/bertaubatlah-hingga-syetan-putus-asa/feed/ 2