AJAL PASTI DATANG: SELAMAT JALAN GUS DUR
Inna Lillahi Wa Inna Ilaihi Raaji’un, hari ini Rabu, 30 Desember 2009, puku 18.45 WIB, Kita telah ditinggalkan oleh salah seorang putra terbaik sekaligus guru bangsa; mantan Presiden RI ke-4 KH Abdurrahman Wahid (GUS DUR). Gus Dur wafat pada usia 69 tahun; beliau wafat di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta. salamsuper[dot]com turut belasungkawa atas wafat-nya mantan Presiden RI ke-4 KH Abdurrahman Wahid (GUS DUR). ‘Allahummaghfirlahu warhamhu wa’aafihi wa’fu ‘anhu wa akrim nuzulahu wawassi’ madkholahu wa a’idzhu min adzaabil qobri wa ‘adzaabinnaar wa adkhilhuljannata ma’al abrar’.
Kematian atau ajal adalah sesuatu yang pasti akan datang menjemput kepada setiap mahluk hidup. Semakin bertambah umur kita, semakin dekat kepada ajal. Dan semakin dekat dengan ajal, semakin dekat pula dengan liang kubur.
Karena itu hendaklah umur kita yang ada sekarang ini dapat kita pergunakan sebaik-baiknya sebelum datang ajal, sebelum umur kita bercerai dengan badan. Jangan terlambat dan jangan kita terperdaya karena kekuatan kita, karena kekayaan, karena pengaruh besar, semuanya itu akan berakhir bila malaikat maut sudah menceraikan roh kita dari badan.
Marilah kita perhatikan sabda nabi :
Sebaik-baik manusia adalah orang yang diberi panjang umur, dan umur yang panjang itu dipergunakan untuk berbuat kebaikan sebanyak-banyaknya. Dan sejahat-jahat manusia ialah orang yang di beri Tuhan umur panjang tetapi umur panjang itu dipergunakan untuk berbuat kejahatan dan kerusuhan-kerusuhan saja.
Selanjutnya kita perhatikan pula sabda Nabi Muhammad SAW yang
Siapa-siapa yang sudah masuk umurnya empat puluh tahun tetapi kebaikannya belum dapat mengalahkan kejahatannya, maka lemparkanlah saja ke dalam api neraka jahanam.
Dengan sabda Nabi tadi, itu dapatlah kita mengambil perhatian dan keainsyapan supaya kita dapat menggunakan umur kita yang berharga ini dengan sebaik-baiknya menurut apa yang telah di gariskan oleh agama kita serta diridhoi Allah SWT.
Umur yang yang kita pakai sekarang ini akan kita pertangggung jawabkan kepada Allah, untuk apa saja umur kita habiskan, untuk apa lagi umur kita pakai, semuanya diminta pertanggungjawaban olah Allah kepada kita.
Baru saja selesai dikuburkannya jasad kita, belum lagi hilang jejak telapak kaki manusia yang mengantarkan ke kubur, pertama-tama yang ditanyakan Allah ialah mengenai umur, kemana dihabiskan dan untuk apa di gunakan.
Pada waktu itu tidak dapat berdusta sedikitpun, sebab seluruh anggota badan menjadi saksi tentang apa dan untuk apa dipergunakan umur yang sekian puluh tahun dipakai. Barulah pada hari itu timbul penyesalan yang mana penyesalan tidak berguna lagi sebab pintu rahmat dan ampunan sudah ditutup dan sesal kemudian tak ada gunanya lagi.
Menangislah, merataplah karena menyesali perbuatan-perbuatan pada waktu itu, namun tangis dan ratap tidak menolong sedikitpun. Umur akan melaporkan kepada Allah semua apa telah di perbuat dan di kerjakan di dunia, dengan tidak dapat dikurangi dan ditambah sedikitpun.
Umur akan menceritakan dihadapan Allah nantinya,bahwa aku selama berada di tubuh si anu sekian tahun lamanya, sekian kali dibawa bermaksiat, berjudi dan lain sebagainya.
Rasulullah SAW bersabda :
Belum lagi hilang jejak telapak kaki seorang hamba pada hari kiamat, sehingga kepadanya telah diajukan empat pertanyaan :
1.. Dari hal umurnya ke mana dihabiskan
2.. Dari hal ilmunya apa saja yang sudah diamalkannya dengan ilmunya
3.. Dari hal harta dari mana diperolehnya dan untuk apa di belanjakan
4.. Dari hal tubuhnya untuk apa digunakan
( HR. TIRMIDZI )
Bagi manusia yang beriman kapada Allah, pasti mempercayai bahwa pada suatu saat yang telah ditentukan umurnya akan bercerai dengan badan. Bila ajalnya sudah datang dan dia berpulang ke rahmatullah buat mempertanggungjawabkan
umurnya kepada Allah . Bila kepercayaan ini sudah tumbuh dan sudah menjadi keyakinan yang kuat, masing-masing manusia tentu akan berhati-hati untuk sisa umurnya yang tinggal ini, yaitu penghabisan umur yang baik.
Akhirnya mari kita sama-sama ingat pada pesan Nabi Muhammad SAW, mengenai penggunaan segala kesempatan dalam hidup ini sebagaimana dikemukakan sebagai berikut :
Pergunakanlah lima kesempatan sebelum datangnya lima kesempitan :
1.. Pergunakanlah sehatmu sebelum datang sakitmu
2.. Pergunakanlah lapangmu sebelum datang kesempitan
3.. Pergunakanlah masa mudahmu sebelum datang masa tuamu
4.. Pergunakanlah masa kayamu sebelum datang masa miskinmu
5.. Pergunakanlah hidupmu sebelum datang saat kematianmu
Sebagai penutup marilah kita gunakan kesempatan hidupkita untuk memperbaiki langkah kita yang lalu, agar mencapai ke hidupan yang berbahagia, dan sukses memperoleh kemenangan yang diridhoi oleh Allah SWT.
Walllaahu a’lambissowab.






December 31st, 2009 at 3:30 am
Turut mengucapkan bela sungkawa atas meninggalnya Putra sekaligus Pemimpin Bangsa Gus Dur. Semoga diterima di sisiNya. Amin.
[Reply]
December 31st, 2009 at 5:02 am
Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun
Selamat jalan Sang Guru Bangsa, semoga diberikan kelapangan. Amin
[Reply]
July 2nd, 2011 at 4:27 pm
Nice entry dude..Feel free to visit me here at my websites Blog Aku Punyer
[Reply]